TAPANULI UTARA — Wakil Bupati Tapanuli Utara, Deni Parlindungan Lumbantoruan, menyebut bantuan bibit durian tersebut sebagai tabungan masa depan bagi masyarakat. Ia menekankan bahwa durian Musang King memiliki nilai ekonomi tinggi dan prospek pasar yang baik, sehingga berpotensi menjadi sumber pendapatan andalan jika dikelola dengan serius.
"Ini merupakan tabungan masa depan bagi masyarakat. Durian Musang King memiliki nilai ekonomi tinggi dan berpotensi menjadi sumber pendapatan yang menjanjikan jika dikelola dengan baik," ujar Deni dalam kegiatan penyaluran di Parmonangan, Kamis (25/6).
Deni mendorong para petani untuk memanfaatkan lahan-lahan kosong yang masih tersebar di wilayah Tapanuli Utara. Menurutnya, optimalisasi lahan tidur menjadi kunci untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan mengejar pertumbuhan ekonomi daerah yang saat ini masih bertumpu pada sektor pertanian.
"PDRB pertanian kita saat ini sekitar Rp5 triliun. Kita harus terus meningkatkan produktivitas dengan memanfaatkan lahan kosong yang ada," kata Deni.
Pemkab Taput tidak hanya berhenti pada penyaluran bibit. Pemerintah daerah telah menjalin kerja sama dengan Bank Sumut untuk memfasilitasi akses permodalan bagi kelompok tani yang konsisten mengembangkan usaha taninya. Langkah ini diambil agar program tidak berhenti di tahap penanaman, melainkan berlanjut hingga panen dan pemasaran.
Kepala Bidang Layanan dan Manfaat PT Taspen Cabang Pematangsiantar, Elisabeth Sibarani, menyampaikan harapannya agar bantuan tersebut memberikan dampak ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. "Kami berharap bibit yang disalurkan dapat tumbuh dengan baik dan memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat maupun lingkungan sekitar," ujarnya.
Program ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Taput untuk memperkuat sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi daerah. Dengan komoditas durian unggul, pemerintah daerah optimistis petani di Parmonangan bisa bersaing dengan daerah lain yang lebih dulu mengembangkan produk serupa.