Mahasiswa HKBP Nommensen Robohkan Gerbang DPRD Sumut, Kecewa Rektor Justru Ada di Dalam Kompleks Parlemen

Penulis: Saiful  •  Selasa, 23 Juni 2026 | 11:38:31 WIB
Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen merobohkan gerbang utama DPRD Sumut dalam aksi protes.

MEDAN — Aksi demonstrasi yang digelar ratusan mahasiswa Universitas HKBP Nommensen di depan Gedung DPRD Sumatera Utara berujung perusakan fasilitas parlemen. Massa merobohkan gerbang utama kompleks setelah tuntutan mereka untuk bertemu pimpinan dewan tidak dipenuhi.

Enam Tuntutan dan Isu Utama "Adili Prabowo-Gibran"

Dalam aksinya, mahasiswa membawa isu utama "Adili Prabowo-Gibran" yang disertai enam tuntutan turunan. Situasi di lapangan sempat memanas ketika Ketua DPRD Sumut Erni Sitorus yang ditunggu massa tidak kunjung menemui peserta aksi.

Ketiadaan respons dari pimpinan dewan memicu eskalasi. Massa kemudian merobohkan gerbang utama kompleks DPRD Sumut sebagai bentuk protes.

Mengapa Mahasiswa Kecewa Berat pada Rektor?

Ketegangan justru meningkat ketika mahasiswa melihat Rektor Universitas HKBP Nommensen, Dr. Richard Napitupulu, berada di dalam area gedung bersama anggota DPRD dan Kapolrestabes Medan. Wakil Rektor III juga terlihat hadir di lokasi yang sama.

"Kami sangat kecewa, sangat-sangat kecewa," kata Koordinator Aksi, Mujizat Silalahi.

Menurut Mujizat, pihak kampus sebenarnya sudah diberi tahu jauh-jauh hari sebelum aksi digelar. Mahasiswa bahkan meminta izin untuk menggunakan atribut dan bendera organisasi, namun ditolak.

"Jauh-jauh sebelum aksi ini, kami sudah menginformasikan kepada pihak kampus, bahwasanya kami akan melakukan aksi di DPRD Sumut. Kami melempar izin supaya rektor menyetujui kami untuk menggunakan bendera dan atribut. Tetapi tidak dikasih," ujarnya.

Keberadaan rektor di dalam kompleks parlemen dinilai mahasiswa sebagai bentuk pengkhianatan terhadap perjuangan mereka. "Hari ini kami melihat bahwasanya kehadiran Bapak Rektor bersama dewan-dewan yang di dalam. Nah, kami dengan tegas menyampaikan bahwasanya kami tidak percaya kepada Rektor Universitas HKBP Nommensen sebagai akademisi di kampus kami," tegas Mujizat.

Akhir Aksi: Tuntutan Tetap Disuarakan

Hingga aksi berakhir pada Senin malam, mahasiswa tetap menyuarakan tuntutan mereka di depan Gedung DPRD Sumut. Belum ada pernyataan resmi dari pihak rektorat maupun pimpinan DPRD Sumut mengenai insiden ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang.

Reporter: Saiful
Sumber: regional.kompas.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top