SUMATERA UTARA — Macan Kemayoran tak sekadar ganti kostum. Kembalinya adidas sebagai penyedia perlengkapan resmi menjadi napas baru untuk membangun daya saing, tidak hanya di level nasional, tapi juga regional dan internasional. Kerja sama ini mencakup tim senior dan seluruh kelompok usia muda di Elite Pro Academy.
Direktur Olahraga Persija, Bambang Pamungkas, mengungkapkan alasan di balik kepulangan ini. Menurutnya, ada kesamaan visi yang kuat antara manajemen klub dan raksasa apparel asal Jerman tersebut untuk memajukan sepak bola Indonesia.
"Mungkin teman-teman tidak tahu bahwa adidas dan Persija pernah bekerjasama tahun 1970-an sampai awal 1990-an. Kerjasama itu menghasilkan tiga gelar," ujar Bambang dalam sesi jumpa pers, Senin sore.
Era tersebut menjadi masa keemasan Persija. adidas saat itu melahirkan sejumlah jersey ikonik yang masih dikenang, mulai dari desain merah-putih bergaris horizontal hingga jersey putih dengan sponsor perusahaan rokok besar.
Senior Manager Brand Activation adidas Indonesia, Cinita Dewi Mayakarti, menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar bisnis. Pihaknya melihat Persija sebagai klub dengan dampak besar terhadap ekosistem sepak bola nasional.
"Setelah bertemu mas Bambang dan tim, kami merasa punya visi yang sama untuk membawa sepakbola Indonesia lebih maju. Kami ingin memberikan sesuatu yang bermakna untuk para pemain, klub, dan suporter," papar Cinita.
Untuk para Jakmania yang sudah tak sabar, adidas Indonesia akan meluncurkan jersey resmi pada 29 Agustus mendatang. Harga dibanderol bervariasi: versi suporter termurah mulai Rp300 ribu, sementara versi replika diperkirakan mencapai Rp1 juta.
Dengan durasi kontrak lima tahun, Persija dan adidas berharap bisa mengulang kembali cerita sukses yang pernah terukir di era keemasan klub ibu kota. Pertanyaannya kini, bisakah Macan Kemayoran kembali bertaji dengan tiga garis di dada?