MEDAN — Kanwil Kemenkum Sumut menggandeng Polbangtan Medan dalam program edukasi hukum yang menyasar mahasiswa sektor pertanian. Inisiatif ini dinilai strategis karena lulusan politeknik pertanian kelak akan menjadi penggerak agribisnis yang membutuhkan kepastian hukum, mulai dari sertifikasi lahan hingga hak atas bibit unggul.
Ignatius menyoroti bahwa perguruan tinggi, khususnya vokasi pertanian, merupakan pusat inovasi yang menghasilkan berbagai riset terapan. Namun, banyak karya dosen dan mahasiswa yang belum tercatat sebagai hak cipta atau paten sederhana. "Tanpa perlindungan kekayaan intelektual, berbagai karya yang dihasilkan sivitas akademika rentan disalahgunakan oleh pihak lain," ujarnya di Medan, Senin.
Ia mencontohkan temuan varietas tanaman, alat mesin pertanian (alsintan), hingga formula pupuk organik yang kerap diduplikasi tanpa izin. Padahal, bila didaftarkan, inovasi tersebut bisa menjadi aset ekonomi bagi kampus dan mahasiswa penemunya.
Edukasi ini dirancang lebih dari sekadar penyuluhan satu arah. Kanwil Kemenkum Sumut ingin nilai-nilai hukum terinternalisasi dalam keseharian mahasiswa, terutama saat mereka terjun ke masyarakat sebagai penyuluh pertanian. "Kegiatan tersebut merupakan instrumen penting dalam membentuk karakter mahasiswa yang tidak hanya unggul di bidang akademik, tapi juga memiliki profesionalisme dan kepatuhan terhadap hukum yang berlaku," kata Ignatius.
Ia berharap kolaborasi ini mampu melahirkan generasi penggerak sektor pertanian yang berintegritas tinggi. Sebab, petani dan pelaku UMKM agribisnis kerap menjadi korban sengketa lahan atau pemalsuan produk pupuk yang berawal dari ketidaktahuan hukum.
Ke depan, Kanwil Kemenkum Sumut mendorong Polbangtan Medan untuk bersinergi dalam memperkuat perlindungan hak cipta di lingkungan kampus. Ignatius menilai kekayaan intelektual merupakan instrumen perlindungan hukum sekaligus penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. "Melalui edukasi pemahaman hukum tersebut, mahasiswa juga diharapkan siap memberikan kontribusi terbaik bagi pembangunan bangsa dan negara," pungkasnya.