Peringati Hari Lahir Pancasila dan HUT ke-27, PNM Kabanjahe Gelar Upacara di Berastagi, Direktur Keuangan Jadi Pembina

Penulis: Sutomo  •  Senin, 01 Juni 2026 | 14:25:01 WIB
Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila dan HUT ke-27 PT PNM digelar di Berastagi dengan Direktur Keuangan sebagai pembina.

KARO — Upacara yang mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia” ini dihadiri oleh jajaran pimpinan dan seluruh staf PT PNM Kabanjahe. Turut hadir Pemcab PNM Kabanjahe Daniel Silitonga, Manager ULAM Rahmat Simanjormang, dan Manager Supporting Gunung Simarmata.

Dalam sambutannya, Sahat Pangabahan Pangaribuan menegaskan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremonial tahunan. Ia menyebut Pancasila sebagai “bintang penuntun” yang telah membuktikan ketangguhannya di tengah keberagaman Indonesia.

“Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman perpecahan, Indonesia tetap kokoh berdiri nyata, membuktikan bahwa keberagaman lebih dari 17.000 pulau dan ratusan etnik dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan,” ujar Sahat dalam arahannya.

Pancasila sebagai Fondasi Perdamaian Dunia

Sahat menjelaskan bahwa tema tahun ini merupakan pernyataan tegas bahwa nilai-nilai Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa, tetapi juga menjadi jawaban atas terciptanya perdamaian dunia. Ia menekankan posisi Indonesia di panggung global sebagai bangsa yang memiliki tanggung jawab konstitusional mewujudkan ketertiban dunia.

“Nilai musyawarah dan mufakat adalah instrumen diplomasi paling penting untuk menjembatani perbedaan dan menghentikan konflik antarnegara,” tambahnya.

Ia mencontohkan kontribusi Indonesia melalui pasukan perdamaian di bawah bendera PBB serta peran aktif dalam mediasi konflik regional sebagai wujud nyata penerapan sila kedua Pancasila, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.

Pesan untuk Insan PNM: Layani dengan Keadilan Sosial

Menyinggung soal kemajuan bangsa, Sahat mengingatkan bahwa kemajuan ekonomi dan teknologi tidak akan berarti tanpa arah moral yang jelas. Ia mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup, bukan sekadar teks dalam buku sejarah.

“Kepada seluruh insan PNM, saya titipkan Pancasila di tangan kalian. Pastikan setiap kebijakan dan pelayanan yang kita berikan berlandaskan keadilan sosial, menjamin hak masyarakat kecil, dan tidak membiarkan ada rakyat yang tertinggal,” tegas Sahat.

Ia juga mengingatkan pentingnya melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang berpotensi merusak persatuan bangsa.

Fakta Singkat Peringatan Hari Lahir Pancasila di PNM Kabanjahe

  • Upacara digelar di Berastagi Cottage, Jalan Gundaling, Berastagi, Kabupaten Karo
  • Acara memperingati Hari Lahir Pancasila 2026 sekaligus HUT ke-27 PT PNM
  • Direktur Keuangan PT PNM, Sahat Pangabahan Pangaribuan, bertindak sebagai pembina upacara
  • Seluruh staf PNM Kabanjahe hadir, termasuk Pemcab Daniel Silitonga dan jajaran manajer

Kegiatan ditutup dengan ucapan selamat Hari Lahir Pancasila dan doa restu untuk kemajuan PNM di usianya yang ke-27. Sahat mengajak seluruh peserta untuk memperteguh komitmen kebangsaan dan menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas, persatuan, dan kemanusiaan.

“Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa berdenyut menjadi nadi seluruh anak bangsa di Republik yang kita cintai ini,” pungkasnya.

Reporter: Sutomo
Sumber: sumut.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top