Oknum Avsec Bandara Supadio Diduga Terima Rp24 Juta untuk Loloskan Narkoba Vape, Angkasa Pura I Bungkam

Penulis: Yasir  •  Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:49:55 WIB
Oknum Avsec Bandara Supadio diduga terlibat suap Rp24 juta untuk meloloskan penyelundupan narkoba.

SUMATERA UTARA — Praktik penyelundupan narkoba di bandara kembali mengguncang publik. Oknum yang seharusnya menjadi garda terdepan pengamanan justru diduga menjadi bagian dari jaringan kejahatan.

MH, personel Avsec Bandara Supadio, tidak hanya diduga menerima suap. Ia juga disebut memanipulasi data manifes penerbangan dengan memalsukan identitas penumpang untuk menghilangkan jejak pengiriman barang haram tersebut.

Bupati Kubu Raya Minta Hukuman Setimpal

Bupati Kubu Raya, H. Sujiwo, angkat bicara. Meski penanganan kasus bukan wewenang pemkab, ia menegaskan bandara Supadio berada di wilayahnya sehingga menjadi perhatian serius.

"Jangan sampai ada bukan hanya narkoba, mungkin ada penyelundupan-penyelundupan lain kalau melibatkan oknum seperti itu," tegas Sujiwo dalam keterangan yang dikutip dari Kalbar News.

Ia menambahkan, oknum tersebut harusnya menjadi abdi negara yang menjaga keamanan, bukan malah tergoda uang. "Harusnya dia menjadi abdi negara yang menjaga keamanan, bukan malah tergoda karena uang. Ini harus menjadi bahan evaluasi dan pengawasan yang sangat ketat ke depan," ujarnya.

Angkasa Pura I Pilih Bungkam di Tengah Sorotan

Alih-alih memberikan klarifikasi, pihak pengelola bandara justru bungkam. Upaya konfirmasi kepada Branch Communication & CSR Department Head PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Supadio, M. Joko Wahyudi, belum membuahkan respons.

Sikap diam ini memicu spekulasi di tengah masyarakat yang menuntut transparansi. Publik ingin tahu bagaimana sistem pengawasan internal bisa lolos hingga seorang petugas keamanan justru diduga menjadi kurir penyelundupan.

Modus Manipulasi Data dan Ancaman Keamanan Penerbangan

Modus operandi yang terungkap cukup sistematis. Selain menerima uang Rp24,1 juta, MH diduga memalsukan identitas dalam manifes penerbangan. Langkah ini dilakukan agar jejak penyelundupan ratusan cartridge vape berisi Etomidate—zat yang kerap disalahgunakan sebagai obat bius—tidak terlacak.

Kasus ini menjadi alarm keras bagi PT Angkasa Pura I selaku pengelola bandara. Jika satu oknum avsec bisa dimanipulasi, pertanyaan besarnya adalah: adakah celah lain yang belum terdeteksi?

Publik kini menunggu langkah tegas aparat penegak hukum sekaligus keterbukaan dari manajemen bandara. Kepercayaan terhadap sistem keamanan penerbangan di Bandara Supadio tengah diuji, dan jawaban yang jelas menjadi harga mati.

Reporter: Yasir
Sumber: kalbarnews.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top