LANGKAT — Bupati Langkat H. Syah Afandin, SH menerima langsung penghargaan tersebut di Gedung Garuda, Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Kemendikdasmen, Ciputat. Penghargaan ini diberikan atas dukungan Pemkab Langkat terhadap program Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Bupati didampingi Kepala Dinas Pendidikan Langkat Ilhamsyah Bangun, Plt. Kepala Dinas PUTR Wahyudiharto, serta Kabag Protokol Winanda Akbar.
Dalam sambutannya, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof. Atip Latipulhayat menegaskan bahwa revitalisasi bahasa daerah adalah langkah strategis menjaga identitas budaya bangsa. “Bahasa daerah tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga menjadi bagian penting dari warisan budaya dan jati diri bangsa yang harus dijaga bersama,” ujarnya.
Atip juga menyoroti peran vital pemerintah daerah. Menurutnya, kebijakan pendidikan, penguatan muatan lokal, dan pelibatan generasi muda menjadi kunci keberlangsungan bahasa ibu. Ia hadir bersama Wakil Menteri lainnya, Dr. Fajar Riza Ul Haq.
Kemendikdasmen melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa telah menjalankan revitalisasi terhadap 105 bahasa dan dialek di 36 provinsi sepanjang 2025. Upaya ini mencakup pendidikan, dukungan kebijakan daerah, dan keterlibatan masyarakat aktif.
Pemberian penghargaan kepada Pemkab Langkat menjadi bagian dari rangkaian FTBIN 2026 yang berlangsung pada 22-26 Mei 2026. Festival tahun ini mengusung tema “Suara Tunas Bahasa Ibu dalam Pendidikan Multibahasa”.
Pemkab Langkat diharapkan terus memperkuat langkah pelestarian bahasa daerah. Menurut Kemendikdasmen, pendidikan multibahasa dan era digital menjadi tantangan sekaligus peluang untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa dan budaya daerah. Penghargaan ini menjadi bukti nyata komitmen daerah dalam menjaga kekayaan budaya nasional.