MEDAN — Warga Martubung dan sekitarnya di Medan Utara sudah lama menjadikan banjir sebagai "tamu" yang tidak diundang. Ketika hujan dengan intensitas tinggi mengguyur, genangan air langsung mengisi jalan-jalan dan gang hingga setinggi lutut orang dewasa, bahkan di beberapa titik mencapai dua meter. Akibatnya, ratusan rumah ikut terendam, perabotan elektronik dan lemari rusak, serta aktivitas sehari-hari lumpuh total karena kendaraan roda dua maupun roda empat tak bisa melintas.
Kondisi itu diungkapkan tokoh masyarakat Martubung, Yusmadi, S.Pd, saat menghadiri reses III Pimpinan dan Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara. "Jika terjadi banjir di kawasan tersebut, segala aktivitas warga menjadi terhenti akibat tingginya genangan air banjir. Banyak warga yang harus mengungsi ke tempat yang lebih aman," katanya.
Yusmadi yang juga pemilik Yayasan Pendidikan Generasi Bangsa (Yaspend Gerbang) mengaku bahwa gedung sekolahnya kerap dijadikan tempat pengungsian. "Bagi kami tidak ada masalah karena dapat membantu saudara-saudara kita dari musibah banjir," ujarnya.
Menanggapi persoalan tersebut, anggota DPRD Sumut dari Fraksi Partai Nasdem itu berjanji akan segera melaporkan kondisi ini kepada pihak terkait. Sementara itu, Lurah Besar, Gandi Gusri, menyebut pihaknya sudah memohon kepada Pemko Medan agar tanggul Sungai Deli di sepanjang Jalan Yos Sudarso dapat ditinggikan. "Agar ketika banjir tidak meluap ke jalan," katanya.
Di forum yang sama, Mulyanto, S.Ag yang mewakili sejumlah guru Pendidikan Agama Islam (PAI) P3K menyampaikan keluhan lain. Ia mengaku heran karena hingga delapan bulan, dana sertifikasi yang sangat dibutuhkan untuk keperluan sehari-hari tak kunjung cair. "Untuk itu, kami berharap melalui anggota dewan, persoalan ini dapat segera dicairkan demi kesejahteraan guru agama Islam," ujarnya.
Menanggapi hal ini, dr. Mustafa Kamil Adam meminta para guru untuk menyampaikan data tertulis agar persoalan tersebut bisa ditelusuri dan dipertanggungjawabkan.
Reses yang berlangsung tertib itu turut dihadiri Lurah Besar Gandi Gusri, tokoh pemuda Yusadipati, S.S, serta sejumlah staf reses dan komunitas sahabat dr. Mustafa Kamil Adam.