SUMATERA UTARA — Direktur Utama PHE, Awang Lazuardi, mengungkapkan bahwa dari total produksi tersebut, kontribusi minyak bumi mencapai 475 ribu barel per hari (bopd). Rinciannya, produksi dari dalam negeri sebesar 367 ribu bopd, sementara dari operasi internasional menyumbang 109 ribu bopd.
"Untuk produksi minyak kita, untuk yang domestik sebesar 367 ribu, dengan yang internasional adalah 109 ribu barrel oil per day, dengan total untuk minyaknya adalah 475 ribu barrel oil per day," kata Awang dalam rapat dengan Komisi XII DPR RI, Selasa (26/5/2026).
Di sektor gas, PHE mencatat produksi sebesar 2.722 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd). Kontribusi terbesar berasal dari lapangan domestik yang mencapai 2.385 MMscfd, sedangkan dari internasional sebesar 337 MMscfd.
Untuk menutup celah antara realisasi saat ini dengan target 1,03 juta boepd, PHE mengandalkan program bernama Filling the Gap. Program ini mencakup kegiatan eksplorasi hingga pengembangan lapangan migas yang sudah berproduksi.
Pada tahun 2026, PHE menargetkan pengeboran 16 sumur eksplorasi baru. Untuk memperkuat data bawah tanah, perusahaan juga akan melakukan survei seismik 2D sepanjang 904 kilometer dan seismik 3D seluas 1.660 kilometer persegi.
Di sisi pengembangan dan eksploitasi, langkah yang diambil jauh lebih masif. PHE berencana mengebor sekitar 800 sumur pengembangan, melakukan walkover pada lebih dari 1.200 sumur, serta menjalankan lebih dari 33 ribu pekerjaan well intervention.
"Itulah usaha-usaha kita secara garis besar, program kerja kita di tahun 2026 ini untuk mencapai target yang kita canangkan," tutup Awang.
Capaian produksi ini menjadi indikator penting bagi ketahanan energi nasional. Dengan target ambisius di akhir tahun, PHE harus memastikan seluruh program berjalan sesuai jadwal agar pasokan minyak dan gas dalam negeri tetap terjaga.