MEDAN — BBMKG Wilayah I Medan memprediksi cuaca ekstrem akan melanda Sumatera Utara setidaknya hingga 25 Mei 2026. Fenomena ini dipicu oleh sirkulasi siklonik yang masih terdeteksi di Samudra Hindia bagian barat Sumatera, yang membentuk daerah konvergensi dan konfluensi memanjang di sekitar pusat siklon tersebut.
“Keberadaan sistem ini membentuk daerah konvergensi dan konfluensi memanjang di sekitar pusat sirkulasi siklonik tersebut. Sepekan ke depan, dinamika atmosfer di Sumut dipengaruhi beberapa fenomena gelombang tropis,” ujar Ketua Tim Sistem Peringatan Dini BBMKG Wilayah I Medan, Martha Rosefina Manurung, dalam keterangan resmi yang diterima, Selasa (19/5/2026).
Menurut Martha, potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang perlu diwaspadai di 11 kabupaten. Wilayah tersebut meliputi Langkat, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Asahan, Batu Bara, Simalungun, Toba, Samosir, Pakpak Bharat, Karo, dan Humbang Hasundutan.
Selain itu, dampak cuaca ekstrem juga berpotensi merembet ke kabupaten dan kota lainnya. Di antaranya Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Padang Lawas, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, serta empat kabupaten di Kepulauan Nias: Nias, Nias Utara, Nias Barat, dan Nias Selatan. Sejumlah kota besar seperti Medan, Binjai, Tebing Tinggi, Pematangsiantar, dan Gunungsitoli juga masuk dalam daftar wilayah yang perlu waspada.
Pada skala lokal, kondisi labilitas atmosfer di Sumut terpantau cukup kuat. Hal ini memperkuat konvektivitas dan memicu pembentukan awan hujan pada sore hingga malam hari. Kombinasi suplai uap air yang meningkat, aktivitas gelombang tropis, serta pola belokan dan perlambatan angin turut mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah Sumut.
“Kombinasi peningkatan suplai uap air, aktivitas gelombang tropis, pola belokan dan perlambatan angin, serta kondisi lokal turut berpotensi mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah Sumut,” jelas Martha.
BBMKG mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk melakukan mitigasi terhadap potensi bencana alam yang bisa timbul. Warga di daerah rawan banjir dan longsor diminta untuk memantau informasi cuaca terkini dan menyiapkan langkah evakuasi mandiri jika diperlukan.