Jembatan Toba-Asahan di Porsea Sudah Diserahterimakan, BBPJN Sumut Lakukan Inventarisasi Kerusakan

Penulis: Sutomo  •  Sabtu, 16 Mei 2026 | 22:10:01 WIB
Petugas BBPJN Sumut melakukan inventarisasi kerusakan Jembatan Toba-Asahan di Porsea setelah serah terima proyek.

TOBA — Petugas BBPJN Sumut mulai melakukan inventarisasi data kerusakan Jembatan Sungai Toba-Asahan di Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba, pada Sabtu (16/5/2026). Kegiatan ini menjadi tanda bahwa proyek infrastruktur tersebut telah resmi diserahterimakan dari kontraktor pelaksana ke pemerintah.

"Tentu sudah serah terima pembangunan jembatan ini, makanya dilakukan inventaris. Jika belum, tentu tidak bisa dilakukan inventaris," ujar Yugi, petugas survei dari BBPJN Sumut, kepada wartawan di lokasi.

Inventarisasi untuk Petakan Kerusakan Sejak Pembangunan

Tim survei yang diterjunkan bertugas memetakan setiap titik kerusakan yang muncul sejak jembatan dibangun beberapa tahun lalu. Yugi menjelaskan data yang dikumpulkan akan menjadi laporan resmi kepada pimpinan BBPJN Sumut untuk ditindaklanjuti.

Pendataan ini mencakup kondisi struktur utama jembatan, jalan pendekat, serta sistem drainase di sekitar sungai Toba-Asahan. Warga setempat sebelumnya mengeluhkan sejumlah kerusakan yang dinilai mengganggu akses transportasi dan distribusi hasil bumi.

Nasib Monumen Perang Dunia II Masih Menggantung

Saat dikonfirmasi soal keterkaitan proyek jembatan dengan pembangunan kembali monumen Perang Dunia II yang sempat dirubuhkan, Yugi mengaku tidak memiliki informasi detail. "Kita belum mengetahui apakah telah dilakukan serah terima pembangunan ini. Cuma kita disuruh saja inventaris," katanya.

Monumen bersejarah tersebut sebelumnya menjadi ikon di kawasan Porsea. Hingga saat ini, belum ada kepastian dari pihak terkait mengenai rencana pembangunan ulang monumen yang sempat menuai protes dari pegiat sejarah dan budaya setempat.

Langkah BBPJN Selanjutnya

BBPJN Sumut dijadwalkan merampungkan proses inventarisasi dalam beberapa hari ke depan. Hasil survei akan menjadi dasar perbaikan jangka pendek maupun rekomendasi pemeliharaan rutin jembatan yang menghubungkan Kabupaten Toba dengan kawasan Asahan itu.

Warga berharap perbaikan segera dilakukan mengingat jembatan merupakan akses utama bagi truk pengangkut hasil pertanian dan perkebunan dari Kecamatan Porsea ke kota-kota tetangga. Sebelumnya, keluhan serupa juga muncul terkait kerusakan jalan di Desa Galagala Pangkailan yang dipicu aktivitas tambang pasir.

Reporter: Sutomo
Sumber: mistar.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top