MEDAN — Dua pelaku begal sadis yang membacok tiga penumpang wanita di dalam angkot trayek 81 di Medan akhirnya dibekuk Tim MIT Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut. Satu dari dua tersangka, Sony Liston Siringoringo alias Ringo, terpaksa ditembak di bagian kaki karena melawan saat proses pengembangan kasus.
Penangkapan terjadi setelah kedua pelaku buron selama dua bulan. Erikson Napitupulu alias Memes alias Tatoo diringkus saat bersembunyi di Kabupaten Samosir, sedangkan Sony ditangkap di Jambi.
Aksi pembegalan itu terjadi di Jalan KL Yos Sudarso, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli. Para korban, yang semuanya perempuan, dibacok menggunakan parang oleh pelaku demi merampas handphone mereka.
Ketiga korban panik dan nekat melompat dari angkot yang masih melaju untuk menyelamatkan diri. Akibatnya, mereka mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis.
Hasil penyelidikan polisi mengungkap bahwa aksi kejahatan itu telah direncanakan sebelumnya. Ironisnya, sopir angkot bernama Erikson Napitupulu diduga ikut terlibat dalam pembegalan tersebut.
Saat kejadian berlangsung, Erikson justru menambah kecepatan kendaraan ketika korban diserang di dalam mobil. Tindakan itu membuat para korban semakin sulit menyelamatkan diri dari serangan pelaku.
Direktur Reskrimum Polda Sumut, Ricko Taruna Mauruh, menyebut Sony Liston Siringoringo merupakan otak utama dalam aksi pembegalan tersebut.
“Pelaku SLS merupakan otak aksi pembegalan dan melakukan pembacokan terhadap korban,” ujarnya.
Saat proses pengembangan kasus dan pencarian barang bukti senjata tajam, Sony terpaksa ditembak di bagian kaki karena berusaha menyerang petugas.
Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti berupa senjata tajam serta pakaian yang digunakan saat menjalankan aksi pembegalan. Kini kedua tersangka telah ditahan dan menjalani proses hukum lebih lanjut.