Harga TBS Kelapa Sawit di Sumut Pekan Ini Turun Lagi, Petani Serdang Bedagai Terima Tertinggi Rp 3.410 per Kg

Penulis: Saiful  •  Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:14:45 WIB
Harga TBS kelapa sawit di Serdang Bedagai tercatat tertinggi Rp 3.410 per kilogram pekan ini.

MEDAN — Harga TBS kelapa sawit di Sumatera Utara kembali turun tipis pada pekan ini. Harga tertinggi yang diterima petani berada di angka Rp 3.410 per kilogram, turun Rp 10 dari pekan sebelumnya yang mencapai Rp 3.420 per kilogram.

Data dari 15 kabupaten penghasil sawit di Sumut menunjukkan rentang harga yang cukup lebar. Petani di Serdang Bedagai masih menjadi yang paling beruntung dengan harga Rp 3.410/kg, sementara petani di Pakpak Bharat hanya menerima Rp 3.100/kg—menjadi yang terendah di provinsi ini.

Daftar Harga TBS di 15 Kabupaten Sumut Pekan Ini

Berikut rincian harga TBS kelapa sawit di Sumatera Utara pekan ini:

  • Langkat: Rp 3.155/kg
  • Deli Serdang: Rp 3.130/kg
  • Serdang Bedagai: Rp 3.410/kg
  • Simalungun: Rp 3.150/kg
  • Batubara: Rp 3.135/kg
  • Asahan: Rp 3.140/kg
  • Labuhanbatu Utara: Rp 3.110/kg
  • Labuhanbatu: Rp 3.140/kg
  • Labuhanbatu Selatan: Rp 3.130/kg
  • Padanglawas Utara: Rp 3.210/kg
  • Padanglawas: Rp 3.380/kg
  • Tapanuli Selatan: Rp 3.140/kg
  • Tapanuli Tengah: Rp 3.120/kg
  • Mandailing Natal: Rp 3.315/kg
  • Pakpak Bharat: Rp 3.100/kg

Penurunan Berlangsung Tiga Pekan Berturut-turut

Penurunan harga TBS pekan ini memang tidak terlalu besar jika dibandingkan pekan lalu. Namun tren negatif ini sudah berlangsung selama tiga minggu terakhir, membuat petani mulai khawatir.

“Maunya jangan terus turun harganya, terus turun membuat petani rugi, kalau dapat harga stabil agar petani bisa untung,” kata Anwar Ibrahim, petani asal Serdang Bedagai, kepada EGINDO.com, Jumat (15/5/2026).

Rata-rata Harga Masih di Bawah Rp 3.500 per Kg

Secara keseluruhan, harga rata-rata TBS di Sumut pekan ini berkisar antara Rp 3.100 hingga Rp 3.410 per kilogram. Pekan sebelumnya, rentang harga masih berada di Rp 3.100 hingga Rp 3.420 per kilogram. Artinya, batas atas harga mengalami sedikit penurunan.

Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi petani sawit di Sumut, terutama di daerah dengan harga terendah seperti Pakpak Bharat dan Labuhanbatu Utara. Mereka berharap harga tidak terus merosot hingga di bawah biaya produksi.

Reporter: Saiful
Sumber: egindo.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top