Harga BBM Nonsubsidi Naik per 16 Mei 2026: Pertamina, BP-AKR, dan Vivo Kompak Kerek Tarif Diesel

Penulis: Yasir  •  Sabtu, 16 Mei 2026 | 11:55:32 WIB
Harga diesel nonsubsidi di SPBU Pertamina, BP-AKR, dan Vivo naik signifikan per 16 Mei 2026.

SUMATERA UTARA — Memasuki pertengahan Mei 2026, pengguna BBM nonsubsidi harus merogoh kocek lebih dalam. PT Pertamina (Persero) bersama jaringan SPBU swasta BP-AKR dan Vivo melakukan penyesuaian harga di seluruh gerai, terutama untuk produk diesel dan bahan bakar beroktan tinggi. Data harga per 16 Mei 2026 menunjukkan, kenaikan terjadi pada rentang yang cukup signifikan.

Diesel Nonsubsidi: Lonjakan Hingga Dua Kali Lipat

Segmen diesel menjadi yang paling terpukul. Di SPBU BP-AKR, harga BP Ultimate Diesel (CN 53) melonjak drastis dari Rp25.560 per liter pada pertengahan April menjadi Rp30.890 per liter—naik lebih dari 20 persen dalam sebulan. Lonjakan serupa terjadi di SPBU Vivo, di mana Diesel Primus (CN 51) meroket dari Rp14.610 per liter menjadi Rp30.890 per liter, atau naik 111 persen.

Pertamina juga tak ketinggalan. Dua produk andalannya di segmen solar nonsubsidi, Dexlite (CN 51) dan Pertamina Dex (CN 53), masing-masing naik menjadi Rp26.000 per liter dan Rp27.900 per liter. Sebelumnya, Dexlite dibanderol Rp23.600 per liter dan Pertamina Dex Rp23.900 per liter. Artinya, pengguna Pertamina Dex harus merogoh kocek tambahan Rp4.000 per liter.

Pertamax Turbo Ikut Naik, Pertalite dan Solar Subsidi Aman

Di sisi bensin nonsubsidi, hanya Pertamax Turbo (RON 98) yang mengalami penyesuaian. Harganya naik dari Rp19.400 per liter menjadi Rp19.900 per liter di wilayah Jakarta. Sementara itu, Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green 95 (RON 95) masih bertahan di harga sebelumnya.

Kabar baik bagi pengguna BBM bersubsidi: Pertalite (RON 90) dan Solar Subsidi masih belum tersentuh penyesuaian. Pemerintah dan Pertamina mempertahankan harga kedua produk ini untuk menjaga daya beli masyarakat.

Bensin Masih Stabil: BP dan Vivo Tahan Harga

Berbeda dengan segmen diesel, harga bensin di SPBU swasta justru stabil. BP-AKR mempertahankan BP Ultimate di Rp12.930 per liter dan BP 92 di Rp12.390 per liter. Vivo juga tak mengubah harga Revvo 92 (Rp12.390 per liter) dan Revvo 95 (Rp12.930 per liter). Stabilitas ini memberikan opsi bagi pengguna kendaraan bensin yang ingin beralih dari Pertamina.

Kenaikan harga BBM nonsubsidi ini sejalan dengan tren harga minyak mentah global yang masih fluktuatif. Namun, bagi pengguna kendaraan diesel—mulai dari armada logistik hingga kendaraan pribadi—kenaikan ini langsung terasa di dompet. Apalagi, produk diesel nonsubsidi kerap menjadi pilihan utama bagi mereka yang membutuhkan performa mesin tinggi dan efisiensi bahan bakar jarak jauh.

Ke depan, konsumen perlu mencermati pola penyesuaian harga yang cenderung terjadi setiap awal bulan. Dengan disparitas harga yang semakin lebar antara solar subsidi dan nonsubsidi, keputusan memilih jenis BBM kini bukan sekadar soal performa, melainkan juga soal perhitungan ekonomi harian.

Reporter: Yasir
Sumber: idxchannel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top