SUMATERA UTARA — Pemerintah resmi merombak total sistem pendataan kemiskinan di Indonesia. Langkah strategis ini diambil untuk memastikan anggaran negara benar-benar sampai ke tangan warga yang membutuhkan. Mulai tahun 2026, Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang selama ini menjadi acuan tunggal akan digantikan oleh sistem baru yang lebih komprehensif.
Landasan hukum perubahan besar ini tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2025. Dokumen yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto pada 5 Februari 2025 tersebut memandatkan penggunaan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai rujukan tunggal program perlindungan sosial.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa penggunaan DTSEN merupakan upaya pemerintah untuk mengintegrasikan berbagai data sektoral. Dengan sistem ini, profil ekonomi masyarakat akan terlihat lebih utuh, sehingga risiko bantuan salah sasaran dapat ditekan seminimal mungkin.
"DTSEN akan menjadi rujukan utama semua program sosial dan ekonomi ke depan," ujar pria yang akrab disapa Gus Ipul tersebut dalam siaran resmi Kementerian Sosial pada Februari 2025 lalu.
Perubahan ini berarti data kependudukan akan tersinkronisasi secara otomatis dengan status ekonomi terkini. Masyarakat yang mengalami penurunan kondisi ekonomi atau masuk kategori rentan akan lebih cepat terdeteksi oleh sistem untuk mendapatkan intervensi bantuan yang sesuai.
Selain mengganti basis data, Kementerian Sosial juga memangkas birokrasi pembaruan data. Jika sebelumnya pembaruan dilakukan setiap tanggal 20 di tiap triwulan, kini proses verifikasi dan validasi dilakukan lebih awal dan lebih sering.
"Biasanya data itu kita terima tanggal 20 setiap triwulan. Sekarang dimajukan menjadi tanggal 10," tutur Gus Ipul pada Rabu (1/4/2026).
Langkah ini diambil agar dinamika sosial di lapangan, seperti warga yang meninggal dunia, pindah domisili, atau sudah mampu secara ekonomi, dapat langsung diperbarui. Kecepatan data ini krusial agar kuota bantuan yang kosong bisa segera diisi oleh warga lain yang masuk dalam daftar tunggu (waiting list).
Transparansi menjadi fokus utama dalam sistem DTSEN 2026. Masyarakat tidak perlu lagi bergantung pada informasi lisan dari pengurus lingkungan untuk mengetahui status bantuan mereka. Pengecekan bisa dilakukan secara mandiri menggunakan ponsel melalui laman resmi cekbansos.kemensos.go.id.
Berikut adalah langkah-langkah pengecekan status bantuan sosial:
Setelah proses pencarian selesai, layar akan menampilkan informasi detail mengenai jenis bantuan yang diterima. Beberapa kategori bantuan yang dapat dipantau melalui sistem ini meliputi Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), hingga bantuan kesehatan melalui PBI-JK.
Keberhasilan verifikasi bantuan sangat bergantung pada akurasi data di tingkat dasar. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk segera melapor ke kelurahan atau dinas sosial setempat jika terdapat perubahan identitas atau kondisi ekonomi. Hal ini penting agar tidak terjadi kendala saat proses sinkronisasi NIK dengan sistem pusat.
Masyarakat diingatkan untuk tetap waspada terhadap segala bentuk penipuan yang mengatasnamakan pendaftaran bansos. Pendaftaran dan pengecekan status bantuan sosial melalui kanal resmi pemerintah tidak dipungut biaya sepeser pun. Aduan terkait kendala penyaluran atau dugaan pungutan liar dapat disampaikan melalui kanal resmi pengaduan Kementerian Sosial.