SUMATERA UTARA — Pasar kendaraan listrik di Indonesia terus berkembang sejalan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya mobilitas yang ramah lingkungan. Data terbaru dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan bahwa distribusi mobil listrik dari pabrik ke diler mencapai 14.815 unit pada April 2026, mengalami kenaikan 42,53% dibandingkan bulan sebelumnya.
Lonjakan penjualan ini menandakan bahwa permintaan kendaraan listrik semakin kuat dan bukan hanya sekadar tren. Kenaikan ini juga mencerminkan persaingan yang semakin ketat di antara berbagai merek, yang kini berlomba-lomba untuk menawarkan model yang lebih efisien dan terjangkau.
Jaecoo J5 EV berhasil mempertahankan posisinya di puncak dengan penjualan mencapai 3.179 unit, meningkat 7,44% dari bulan Maret. Keberhasilan ini menunjukkan daya tarik model ini, baik dari desain, fitur, maupun strategi harga yang kompetitif di segmen SUV listrik.
Menariknya, BYD M6 mencatat pertumbuhan yang signifikan, dengan penjualan melonjak dari 976 unit menjadi 2.472 unit. Kenaikan ini semakin memperkuat posisi BYD sebagai salah satu pemain utama di pasar kendaraan listrik Indonesia.
Data penjualan menunjukkan bahwa pasar EV di Indonesia semakin kompetitif dengan keberadaan berbagai merek, termasuk pendatang baru dari Vietnam dan Jepang. Beberapa faktor yang mendorong pertumbuhan ini antara lain dukungan insentif pemerintah, pilihan model yang beragam, serta infrastruktur pengisian daya yang semakin baik.
Dominasi Jaecoo dan BYD dalam segmen ini membuka peluang besar bagi merek lain untuk ikut berpartisipasi dalam pasar yang terus berkembang. Bagi Anda yang ingin mengikuti perkembangan terbaru di dunia otomotif, jangan ragu untuk mengunjungi artikel lainnya di Moladin.com.