Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Terendah Sepanjang Tahun di Tengah Tekanan Global

Penulis: Saiful  •  Selasa, 12 Mei 2026 | 10:09:33 WIB
Rupiah melemah menembus Rp17.500 per dolar AS, posisi terendah sepanjang tahun.

SUMATERA UTARA — Berdasarkan data Bloomberg pukul 9.45 WIB, rupiah dibuka di level Rp17.489 per dolar AS, langsung merosot dan menembus batas Rp17.500. Posisi ini menjadi yang terlemah sejak tekanan besar pada kuartal pertama tahun ini.

Mata Uang Asia Kompak Tertekan, Rupiah Paling Dalam

Depresiasi rupiah tidak berdiri sendiri. Sejumlah mata uang regional ikut terpuruk: won Korea Selatan anjlok 1 persen, peso Filipina melemah 0,50 persen, ringgit Malaysia turun 0,22 persen, dan yen Jepang terkoreksi 0,22 persen. Hanya dolar Hong Kong yang mencatat penguatan tipis 0,01 persen.

Di negara maju, euro melemah 0,17 persen, poundsterling turun 0,18 persen, dan dolar Australia terkoreksi 0,24 persen terhadap greenback. Pola ini menunjukkan dominasi dolar AS di seluruh pasar valas global.

Tiga Faktor yang Menekan Rupiah Hari Ini

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengidentifikasi tiga sentimen utama yang menekan rupiah. Pertama, harapan perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran kembali meredup, mendorong investor beralih ke aset safe haven dolar AS.

Kedua, harga minyak mentah dunia yang masih tinggi terus membebani negara-negara pengimpor energi seperti Indonesia. Ketiga, pengumuman MSCI yang dirilis hari ini diperkirakan tidak membawa kabar positif bagi IHSG, yang berimbas negatif pada aliran modal asing.

"Pengumuman MSCI hari ini diperkirakan tidak akan memberikan berita baik pada IHSG, dan akan ikut menekan rupiah. Investor juga menantikan data penjualan ritel Indonesia yang akan dirilis siang ini," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.

Proyeksi Pergerakan dan Level Kritis

Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp17.350 hingga Rp17.500 per dolar AS sepanjang hari ini. Level Rp17.500 menjadi batas psikologis yang jika ditembus secara konsisten, bisa membuka ruang pelemahan lebih lanjut.

Investor dan pelaku bisnis disarankan mencermati data penjualan ritel Indonesia yang akan dirilis siang ini. Angka tersebut bisa menjadi indikator daya beli domestik dan memberikan sinyal bagi pergerakan rupiah selanjutnya.

Investasi mengandung risiko.

Reporter: Saiful
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top