KARO — Pemerintah Kabupaten Karo mulai menyeriusi langkah modernisasi sektor pertanian dengan menggandeng investor asing asal Singapura. Bupati Karo Antonius Ginting melakukan pertemuan strategis dengan Founder and CEO MFA Insight, Mohd. Fahmi Aliman, serta Founder Biophilic, David Wu, di Hotel Sibayak Berastagi pada Sabtu (2/5/2026).
Pertemuan tersebut membahas peta jalan penguatan sektor pertanian dari hulu ke hilir. Fokus utamanya mencakup perluasan akses perdagangan internasional, inovasi sistem budidaya, hingga pembangunan infrastruktur pasca-panen yang selama ini menjadi tantangan bagi petani lokal di Tanah Karo.
Salah satu poin krusial dalam diskusi tersebut adalah rencana implementasi teknologi Controlled Atmosphere Storage (CAS). Pemkab Karo bersama Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kabupaten Karo tengah mematangkan rencana pembangunan fasilitas penyimpanan atmosfer terkendali ini untuk komoditas hortikultura.
Teknologi CAS diklaim mampu menjaga kesegaran produk pertanian dalam jangka waktu yang jauh lebih lama dibandingkan metode pendinginan konvensional. Dengan terjaganya kualitas nutrisi dan fisik produk, komoditas unggulan Karo diharapkan memiliki nilai tawar tinggi di pasar nasional maupun mancanegara.
"Melalui kerja sama ini, kita ingin memastikan hasil pertanian Karo tidak hanya melimpah secara kuantitas, tetapi juga memiliki nilai tambah (value-added) yang tinggi. Tujuannya jelas, agar produk kita mampu bersaing secara global dan kesejahteraan petani kita meningkat," ujar Bupati Karo Antonius Ginting.
Selain fokus pada teknologi penyimpanan, pertemuan ini juga mematangkan rencana pengiriman produk hortikultura ke Kota Palangkaraya. Langkah ini merupakan realisasi konkret dari komitmen Kerja Sama Antar Daerah (KAD) yang telah disepakati sebelumnya.
Pembahasan teknis mencakup ketersediaan stok pangan, mekanisme logistik lintas pulau, hingga sistem distribusi yang efisien. Pemerintah daerah berupaya memastikan rantai pasok tetap terjaga agar hasil panen petani lokal dapat terserap pasar secara optimal dengan harga yang stabil.
Langkah ini diambil untuk meminimalisir kerugian petani saat musim panen raya tiba. Dengan sistem logistik yang terintegrasi, surplus produksi di Karo dapat dialirkan ke wilayah yang membutuhkan, seperti Kalimantan Tengah.
Pertemuan ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Karo Komando Tarigan serta jajaran kepala dinas terkait untuk memastikan kesiapan regulasi dan lahan. Kehadiran pimpinan OPD menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memberikan karpet merah bagi investasi yang berdampak langsung pada ekonomi kerakyatan.
Beberapa pejabat yang mendampingi antara lain Kepala Dinas Pertanian Michael Purba, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Tommy Heriko Marulitua Sidabutar, serta Kadis PUPR Edward Pontianus Sinulingga. Koordinasi lintas sektoral ini diperlukan untuk mempercepat proses perizinan dan penyiapan infrastruktur pendukung fasilitas CAS.
Pihak APINDO Karo menyatakan kesiapannya menjadi jembatan antara pemerintah dan investor Singapura tersebut. Sinergi ini diharapkan menjadi titik balik bagi sektor pertanian Karo untuk bertransformasi menjadi industri yang lebih modern dan berorientasi ekspor.