Wamendikdasmen Kunjungi Medan, TKA Latih Literasi-Integritas Siswa

Penulis: Redaksi  •  Jumat, 01 Mei 2026 | 22:10:54 WIB
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah meninjau pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik di Medan.

Medan — Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menekankan fungsi strategis Tes Kemampuan Akademik (TKA) dalam membentuk karakter siswa. Dalam kunjungannya meninjau pelaksanaan TKA di beberapa sekolah di Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, Fajar mengungkapkan bahwa tes ini dirancang tidak sekadar mengukur kemampuan akademik, melainkan melatih kompetensi literasi dan integritas anak sejak dini.

Desain Soal TKA Fokus pada Literasi Mendalam

Fajar menjelaskan bahwa perubahan desain pertanyaan TKA menggunakan narasi yang lebih panjang, sehingga memerlukan siswa membaca dengan lebih cermat dan teliti. "Mereka para murid merasakan perbedaan desain pertanyaan TKA yang menggunakan cerita lumayan panjang, sehingga harus membaca lebih hati-hati. Ini artinya kita sedang melatih kemampuan literasi murid-murid kita," ujar Fajar dalam pernyataan tertulis dari Jakarta pada Kamis.

Strategi ini sejalan dengan upaya Kementerian Pendidikan untuk meningkatkan keterampilan literasi siswa di tingkat nasional. Melalui desain soal yang kompleks, siswa tidak hanya dituntut menyelesaikan soal, tetapi juga mengembangkan kecermatan dalam memproses informasi tertulis yang lebih rumit dari biasanya.

Mendorong Membaca Sebagai Gaya Hidup Sehari-hari

Kunjungan Fajar ke Medan mencakup dialog dengan warga sekolah untuk menangkap sejauh mana kemampuan literasi siswa dalam menghadapi beragam jenis soal. Dari interaksi tersebut, Wamendikdasmen memberikan pesan penting kepada siswa agar membiasakan diri membaca sejak dini.

"Saya mendorong mereka untuk merutinkan membaca buku, mulai dari satu halaman sehari agar kemampuan literasi menjadi kebiasaan sehari-hari," kata Fajar. Pesan ini menekankan bahwa literasi bukanlah hanya sekadar kemampuan teknis, tetapi harus menjadi bagian integral dari budaya hidup siswa agar berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang.

Apresiasi untuk Integritas dalam Pelaksanaan TKA

Selain aspek literasi, Fajar juga mengapresiasi komitmen sekolah dalam menjaga integritas pelaksanaan TKA. Integritas ditunjukkan melalui upaya menjaga kerahasiaan soal yang melibatkan proktor dan pengawas dalam proses pengujian. Fajar mengakui bahwa keberadaan proktor dan pengawas memiliki andil signifikan dalam membangun budaya integritas sejak dini di kalangan siswa.

Pada kesempatan itu, Fajar juga mendengarkan langsung cerita persiapan panjang yang dilakukan oleh warga sekolah dalam menyukseskan pelaksanaan TKA. Dialog interaktif ini menunjukkan komitmen pihak sekolah dalam mengimplementasikan ujian dengan standar kualitas tinggi dan menjunjung nilai-nilai integritas akademik.

Dampak Bagi Pengembangan Kompetensi Siswa Sumatera Utara

Kunjungan Wamendikdasmen ke Medan mencerminkan prioritas Kementerian Pendidikan untuk meningkatkan mutu pendidikan di daerah. Melalui pendekatan yang menggabungkan pengukuran akademik, pengembangan literasi, dan pembangun integritas, TKA diharapkan menjadi instrumen holistik dalam mendukung pertumbuhan siswa yang komprehensif. Inisiatif ini relevan bagi Sumatera Utara, mengingat pentingnya literasi tinggi dalam era digital dan ekonomi berbasis pengetahuan.

Reporter: Redaksi
Back to top