SUMATERA UTARA — Ford Mustang EcoBoost 2.3 liter turbo mencetak 0-60 mph dalam 4,5 detik, jauh lebih cepat dari Camaro V6 1993 yang butuh 8,8 detik. Perbandingan ini menunjukkan bagaimana mesin empat silinder turbo modern mengalahkan V6 base model era 1990-an, baik dari akselerasi maupun efisiensi bahan bakar.
MotorWeek dalam segmen Retro Review menguji Chevrolet Camaro V6 1993 dan mencatat waktu 0-60 mph selama 8,8 detik. Angka itu lebih lambat setengah detik lebih dari Nissan Altima tahun model yang sama.
Camaro V6 1993 memakai transmisi otomatis empat percepatan yang memang bukan dirancang untuk performa. Sementara Altima 1993 yang diuji MotorWeek menggunakan transmisi manual, sehingga perbandingan ini sempat menuai perdebatan di kalangan penggemar otomotif.
Camaro 2.0T 2016: 274 HP, 0-60 mph 5,4 Detik
Chevrolet Camaro generasi terakhir yang debut 2016 membawa mesin 2.0 liter turbo empat silinder sebagai base engine. Tenaganya mencapai 274 horsepower dan torsi 295 lb-ft.
Car and Driver mencatat akselerasi 0-60 mph dalam 5,4 detik dengan transmisi manual enam percepatan. Bobotnya lebih ringan dibanding Camaro V6 lama, dan handling-nya mendapat pujian karena terasa lebih atletis.
Mustang EcoBoost 2.3 Liter: 315 HP, 0-60 mph 4,5 Detik
Ford Mustang EcoBoost masih dijual hingga kini dengan mesin 2.3 liter turbo empat silinder. Outputnya 315 horsepower dan torsi 350 lb-ft, disalurkan lewat transmisi otomatis 10 percepatan.
Uji Car and Driver mencatat 0-60 mph dalam 4,5 detik. Angka itu lebih cepat satu detik penuh dari Honda Accord 2.0T yang dianggap sebagai sedan keluarga berperforma tinggi.
Sebagai pembanding, Mustang V6 convertible 1997 dengan otomatis empat percepatan mencatat 0-60 mph selama 10,1 detik. Bahkan Mustang EcoBoost Convertible 2015 dengan otomatis enam percepatan masih mencatat 6,1 detik, tetap lebih cepat dari V6 era 1990-an.
Efisiensi Bahan Bakar Turut Jadi Pembeda
Mesin turbo empat silinder umumnya menghasilkan konsumsi bahan bakar lebih baik dibanding V6 saat dikendarai dengan wajar. Bobotnya juga lebih ringan, yang berkontribusi pada handling dan efisiensi.
Namun, pendekatan ini tidak selalu berhasil. Mercedes-AMG pernah mengganti V8 dengan empat silinder pada model performanya dan penjualannya tidak sesuai harapan.
Camaro sendiri sudah dihentikan produksinya lagi. Sementara Mustang EcoBoost tetap menjadi pilihan base model yang masih dijual di pasar Amerika Serikat.