MEDAN — Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Medan Agha Novrian menyatakan jajarannya terus menggencarkan realisasi penerimaan pajak daerah. Pemerintah kota memanfaatkan sejumlah inovasi yang telah dilaksanakan untuk mendongkrak pendapatan asli daerah.
"Untuk mengoptimalkan realisasi pajak daerah. Kami telah meluncurkan sejumlah inovasi berbasis digitalisasi seperti QRESTO, SILEDAK dan SI4P," ujar Agha.
Realisasi Baru 64,54 Persen dari Target Rp3,64 Triliun
Berdasarkan laporan organisasi perangkat daerah terkait, realisasi pajak daerah hingga Oktober 2026 baru mencapai 64,54 persen dari target Rp3,64 triliun. Angka itu menjadi dasar Wali Kota Medan Rico Tri Putra Waas meminta Bapenda bekerja lebih agresif.
"Saya minta Bapenda untuk mengubah pola kerja yang lebih agresif, terukur dan berorientasi pada solusi nyata," ujar Rico seusai Rapat Evaluasi Penerima Pajak Daerah Tahun 2026 di Medan, Sumut, Kamis.
Rico menyebut kebijakan tersebut sebagai upaya pemerintah kota mengoptimalkan penerimaan pajak daerah yang hingga saat ini belum berjalan maksimal.
Wali Kota Minta Perencanaan Berbasis Formula Akuntansi Akurat
Untuk mengejar sisa target, Rico meminta Bapenda melakukan berbagai upaya, antara lain mengubah pola kerja yang lebih agresif lagi. Ia juga menekankan pentingnya tenggat waktu yang jelas dalam setiap penanganan masalah penerimaan pajak.
"Saya minta Bapenda untuk tidak sekadar menginventarisasi masalah tanpa kepastian tenggat waktu. Ini harus lebih bekerja maksimal," sebut dia.
Wali Kota menilai pembangunan daerah seperti fasilitas umum dan layanan publik yang baik bergantung pada efektivitas penerima pajak daerah. Karena itu, dalam evaluasi triwulan ketiga, ia meminta jajaran menyusun perencanaan berbasis formula akuntansi yang akurat.
"Oleh karena itu, dalam evaluasi triwulan ketiga saya minta jajaran untuk menyusun perencanaan berbasis formula akuntansi yang akurat," ujarnya.
Capaian Jadi Bahan Evaluasi Seluruh Jajaran
Rico menegaskan capaian realisasi pajak daerah harus menjadi evaluasi bagi seluruh jajaran. Targetnya, realisasi pajak daerah di wilayah yang ia pimpin dapat terwujud demi pembangunan wilayah itu.
"Untuk mencapai 100 persen, Bapenda harus melakukan berbagai upaya antar lain mengubah pola kerja yang lebih agresif lagi," kata dia.
Sejumlah inovasi berbasis digitalisasi yang telah diluncurkan Pemkot Medan, seperti QRESTO, SILEDAK, dan SI4P, disebut menjadi salah satu upaya mendongkrak penerimaan pajak daerah hingga akhir tahun.