SUMATERA UTARA — Para peneliti menemukan bukti bahwa titanosaurus, kelompok dinosaurus terbesar yang pernah hidup, bereproduksi di wilayah lintang tinggi pada periode Kapur, sekitar 68 juta tahun lalu. Situs penemuan berada di Formasi Chorrillo, Patagonia, Argentina—lokasi paling selatan yang pernah tercatat sebagai sarang sauropoda.
Strategi Menjaga Telur Tetap Hangat
Lokasi lintang tinggi minim paparan matahari, sehingga suhu lingkungan tidak cukup hangat untuk mengerami telur secara alami. Tim peneliti meyakini titanosaurus mengembangkan metode khusus: mengubur telur dalam gundukan vegetasi dan tanah.
"Panas untuk pengeraman sebagian besar berasal dari pembusukan sisa tanaman," ujar Darla Zelenitsky, ahli paleontologi University of Calgary yang memimpin penelitian ini.
Metode ini juga menjaga kelembapan sarang. Cangkang telur titanosaurus sangat berpori dan rawan kehilangan air jika terpapar langsung di permukaan. Dengan dikubur, embrio terlindungi dari kekeringan hingga menetas.
Mengapa Ukuran Tubuh Raksasa Jadi Kendala
Bobot titanosaurus yang mencapai 75.000 kilogram membuat mereka mustahil mengerami telur dengan cara duduk di atas sarang. "Ukuran tubuh mereka yang luar biasa masif akan mengubah sarang jadi satu telur dadar raksasa," kata Zelenitsky.
Para ilmuwan juga meragukan titanosaurus merawat anaknya setelah menetas. Perilaku ini mirip reptil modern yang meninggalkan bayinya untuk bertahan hidup sendiri.
Ukuran telurnya pun relatif kecil—sekitar 1/18.000 dari bobot tubuh induknya. Anak yang baru menetas diperkirakan hanya berbobot 4 kilogram.
Fosil Lintang Tinggi dan Pola Migrasi
Fosil tulang titanosaurus sebelumnya pernah ditemukan hingga Antartika, Mongolia, dan Texas. Namun, tanpa bukti sarang, para ahli mengira dinosaurus ini hanya bermigrasi ke lintang tinggi saat musim panas.
Paul Upchurch, profesor paleobiologi University College London, menjelaskan temuan telur ini mengubah skenario tersebut. "Mereka mungkin menetap di sana sepanjang tahun atau setidaknya mampu melewati siklus reproduksi selama musim panas di lintang tinggi."
Identitas Spesies dan Sumber Makanan
Spesies titanosaurus yang menghasilkan telur tersebut belum teridentifikasi. Namun, gigi fosil colossosaurian—subkelompok titanosaurus terbesar—ditemukan di situs yang sama.
Zelenitsky menduga lokasi bersarang ini kaya sumber makanan bergizi. "Anak yang menetas pasti memiliki pasokan makanan melimpah di sekitar, sehingga memungkinkan mereka menambah bobot tubuh secara drastis hingga ukurannya sangat kolosal."
Steve Brusatte, profesor paleontologi University of Edinburgh, menilai temuan ini memperluas pemahaman tentang adaptasi dinosaurus. "Beberapa hewan terbesar dalam sejarah Bumi ternyata bertelur dan menetaskan anaknya di lintang tinggi pada periode Kapur."