Bupati Mandailing Natal Saipullah Nasution meresmikan aktivitas akademik Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Syekh Abdul Fattah di Desa Setia Karya, Kecamatan Natal, pada Senin (7/9). Kehadiran perguruan tinggi yang didirikan Yayasan Pendidikan Pantai Barat Madina (YP2BM) ini memangkas jarak tempuh bagi pelajar kawasan Pantai Barat yang selama ini kesulitan melanjutkan pendidikan tinggi.
MADINA — STAI Syekh Abdul Fattah mengawali langkah perdana dengan dua program studi, yakni Pendidikan Agama Islam dan Ekonomi Syariah. Peresmian ditandai langsung oleh Bupati Madina Saipullah Nasution dengan tema "Langkah Bersama Mengukir Sejarah, Mewujudkan Generasi Muda yang Agamais, Cerdas, Tangguh, Berakhlakul Karimah, dan Berwawasan Kebangsaan".
Ketua YP2BM Hasnul Arifin menyebut pendirian kampus ini merupakan jawaban atas persoalan klasik warga pesisir: jarak dan biaya.
Mengapa Kampus Ini Dibangun di Pantai Barat
Wakil Koordinator Kopertais Wilayah IX Sumatera Utara Prof. Dr. H. Abdul Jamil menilai kehadiran bupati dalam peresmian menunjukkan keseriusan pemerintah daerah memajukan pendidikan tinggi di wilayah yang selama ini tertinggal.
"Saya yakin dengan kehadiran Bupati Madina, sekolah tinggi ini akan berkembang. Sekolah ini didirikan untuk membantu masyarakat yang tidak mampu melanjutkan sekolah akibat jarak tempuh dan biaya," katanya.
Bupati Saipullah menegaskan bahwa institusi ini menjadi penanda akses pendidikan tinggi yang kini lebih dekat dengan anak-anak Madina, khususnya di kawasan Pantai Barat.
Harapan Bupati: Mahasiswa Perintis yang Kritis tapi Beradab
Saipullah berpesan kepada pengelola yayasan agar terus berinovasi dan menjaga komitmen mengembangkan kampus menjadi perguruan tinggi yang berprestasi dan unggul.
"Kepada mahasiswa baru, jadilah perintis yang kritis, tetapi tetap beradab. Belajarlah dengan sungguh-sungguh," ujarnya.
Pemkab Madina berkomitmen mendorong pengembangan kampus melalui dukungan anggaran apabila memungkinkan sesuai kemampuan keuangan daerah. Beasiswa bagi mahasiswa berprestasi juga tengah didorong.
Dampak Ekonomi: Dari CPO hingga Pelabuhan Palimbungan
Tokoh masyarakat Madina Drs. Dahlan Hasan Nasution menilai keberadaan kampus ini tidak hanya membuka akses pendidikan, tetapi juga berpotensi menggerakkan ekonomi kawasan Pantai Barat.
Menurutnya, prospek pengembangan kawasan ekonomi semakin terbuka seiring rencana Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan dukungan infrastruktur pelabuhan. Aktivitas ekonomi dapat tumbuh apabila komoditas seperti CPO diangkut melalui Pelabuhan Palimbungan.
Dahlan meyakini kemajuan Madina dapat terus didorong melalui sinergi pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan. Ia berharap jumlah program studi di STAI Syekh Abdul Fattah terus bertambah sesuai kebutuhan masyarakat ke depan.