Pencarian

Maulid Nabi di Batangtoru: Ustadz Zaidy Ajak Jamaah Buktikan Cinta Rasul Lewat Akhlak, Bukan Sekadar Shalawat

Jumat, 21 Agustus 2026 • 15:40:02 WIB
Maulid Nabi di Batangtoru: Ustadz Zaidy Ajak Jamaah Buktikan Cinta Rasul Lewat Akhlak, Bukan Sekadar Shalawat
Ustadz Zaidy Asy'Ari menyampaikan khutbah Jumat di Masjid Baitul Mukhsinin, Aek Pining, Batangtoru, Tapanuli Selatan, Jumat (21/8).

Ustadz Zaidy Asy'Ari mengajak jamaah Masjid Baitul Mukhsinin di Aek Pining, Batangtoru, Tapanuli Selatan (Tapsel), membuktikan kecintaan kepada Rasulullah SAW melalui perbaikan akhlak, bukan hanya seremonial di bulan Maulid. Pesan ini disampaikan dalam khutbah Jumat, Jumat (21/8), dengan menekankan keteladanan Nabi dalam kehidupan sehari-hari.

TAPANULI SELATAN — Momentum Maulid Nabi Muhammad SAW di Batangtoru kali ini diisi dengan pesan yang lebih mendalam dari sekadar perayaan. Khatib Masjid Baitul Mukhsinin, Aek Pining, Ustadz Zaidy Asy'Ari, mengingatkan bahwa kecintaan kepada Rasulullah tidak cukup dibuktikan lewat lisan dan kehadiran di majelis ta'lim.

“Cinta kepada Nabi bukan hanya terlihat ketika kita bershalawat, tetapi juga ketika kita mampu mengikuti akhlak beliau dalam menghadapi kehidupan,” ujar Zaidy di hadapan jamaah, Jumat (21/8). Iswanto bertindak sebagai muazin dalam salat Jumat tersebut.

Meneladani Akhlak Nabi dalam Keseharian

Menurut Zaidy, bukti nyata kecintaan kepada Rasulullah SAW tercermin dari perilaku sehari-hari. Ia menyebutkan beberapa keteladanan kunci yang perlu dihidupkan kembali oleh umat, mulai dari menjaga lisan hingga mengelola emosi.

“Jangan hanya menjadikan bulan Maulid sebagai momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah. Jadikanlah kesempatan ini untuk mulai berubah, mengurangi ucapan yang menyakiti, menahan amarah, mudah membantu, belajar memaafkan dan membiasakan menghargai orang lain,” katanya.

Nilai-nilai tersebut, lanjut Zaidy, harus diterapkan dalam interaksi paling dekat sekalipun. Baik ketika menghadapi pasangan, anak, tetangga, maupun orang lain yang berbuat salah atau menyakiti hati.

Dermawan dan Menghargai Sesama

Selain kelembutan hati, khatib juga mengajak jamaah meneladani sifat kedermawanan Rasulullah SAW. Ia menegaskan bahwa rezeki yang diberikan Allah SWT bukan semata untuk dinikmati sendiri, melainkan ada hak orang lain di dalamnya yang membutuhkan.

Zaidy turut menyoroti pentingnya sikap menghargai sesama sebagai bagian dari akhlak Nabi. Cara sederhananya adalah dengan mendengarkan orang lain, memberikan perhatian penuh, dan membuat lawan bicara merasa dihargai keberadaannya.

Di akhir khutbah, Ustadz Zaidy mengajak seluruh jamaah untuk terus memperbaiki diri. Harapannya, umat Islam di Batangtoru dapat membuktikan kecintaannya kepada Rasulullah melalui perbuatan nyata dan kelak mendapatkan syafaat di hari kiamat.

Follow inisumut.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumut.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks