SIMALUNGUN — Guncangan gempa tektonik magnitudo 6,4 melanda wilayah Tenggara Kabupaten Simalungun pada Sabtu sore. Pusat gempa berada di kedalaman 163 kilometer, tepatnya di koordinat 2,97 Lintang Utara dan 98,95 Bujur Timur, atau sekitar 20 kilometer tenggara Simalungun dan 12 kilometer barat laut Kota Pematangsiantar.
Berdasarkan estimasi peta guncangan BMKG, dampak terbesar dirasakan di tiga wilayah dengan skala intensitas V MMI. Pada skala ini, getaran dirasakan hampir semua penduduk dan membuat orang banyak terbangun.
Getaran Terasa di 3 Wilayah dengan Skala V MMI
BMKG mencatat tiga daerah yang merasakan guncangan paling kuat, yakni Kota Tebing Tinggi, Kota Kabanjahe, dan Kota Limapuluh. Ketiganya berada dalam radius yang relatif dekat dengan pusat gempa di daratan Sumatera Utara.
Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan, Hendro Nugroho, menyebut pusat gempa tercatat berada sekitar 76 kilometer tenggara Kota Medan dan sekitar 44 kilometer barat daya Kota Tebing Tinggi.
Dari Medan hingga Aceh, Skala Guncangan Berbeda
Getaran gempa turut dirasakan warga di sejumlah daerah lain dengan intensitas lebih rendah. Di Kabupaten Aceh Selatan dan Kota Sibolga, guncangan mencapai skala IV MMI. Pada skala ini, getaran dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, sebagian keluar rumah, dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Sementara itu, warga di Lubuk Pakam dan Banda Aceh merasakan getaran pada skala III MMI. Adapun di wilayah Nias Barat, Nias Selatan, Kabupaten Nias, dan Kota Gunungsitoli, guncangan dirasakan pada skala II hingga III MMI.
Meski getaran terasa hingga ke Provinsi Aceh, BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami karena pusatnya berada di darat. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut.