Pencarian

Karantina Sumut Terbitkan Sertifikat Kesehatan untuk 10.500 Kecambah Sawit Ekspor ke Kolombia

Kamis, 18 Juni 2026 • 11:48:01 WIB
Karantina Sumut Terbitkan Sertifikat Kesehatan untuk 10.500 Kecambah Sawit Ekspor ke Kolombia
Karantina Sumut menerbitkan sertifikat kesehatan untuk 10.500 kecambah sawit ekspor ke Kolombia.

MEDAN — Karantina Sumut melalui Satuan Pelayanan Kualanuman menyelesaikan proses sertifikasi 10.500 butir kecambah kelapa sawit yang akan diekspor ke Kolombia. Kepala Karantina Sumut Prayatno N. Ginting menyatakan bahwa setiap kecambah diperiksa secara ketat di Laboratorium Timbang Deli sebelum sertifikat diterbitkan.

"Pemeriksaan memastikan tunas dan akar tumbuh seimbang dengan panjang sekitar 0,5 sentimeter sebagai indikator vitalitas tinggi dan kesiapan kecambah untuk ditanam," ujar Prayatno di Medan, Kamis.

Setelah ukuran dinyatakan sesuai, petugas karantina juga memverifikasi pemenuhan persyaratan sanitari dan fitosanitari. Sertifikat kesehatan tumbuhan yang diterbitkan menjadi jaminan bahwa komoditas tersebut memenuhi standar kesehatan tanaman di negara tujuan.

Bebas dari Viroid Cadang dan Penyakit Layu Pembuluh

Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan kecambah kelapa sawit asal Indonesia bebas dari penyakit cadang yang disebabkan oleh viroid cadang kelapa. Pengujian juga memastikan benih terbebas dari penyakit layu pembuluh serta organisme pengganggu tumbuhan seperti alang-alang, gulma maman lanang, dan penggerek tandan buah sawit.

Fakta Singkat Ekspor Kecambah Sawit Sumut ke Kolombia:

  • Volume: 10.500 butir kecambah kelapa sawit
  • Pemeriksa: Laboratorium Timbang Deli, Karantina Sumut
  • Syarat: Panjang tunas dan akar sekitar 0,5 sentimeter
  • Status: Bebas viroid cadang, penyakit layu pembuluh, dan OPT berbahaya

Diplomasi Pertanian Lintas Benua

Prayatno menambahkan bahwa ekspor ini merupakan bentuk diplomasi pertanian yang memperkuat citra Indonesia sebagai penyedia teknologi benih berkelas dunia. "Benih sawit unggul dari Sumatera Utara diharapkan tumbuh menjadi tanaman produktif di Kolombia sekaligus mempererat hubungan kedua negara melalui sektor agribisnis," ujarnya.

Pengiriman 10.500 butir kecambah tersebut merupakan bagian dari kuota ekspor 300 ribu butir benih sawit yang telah memperoleh izin pengeluaran dari Pemerintah Indonesia sejak April 2026. Kuota besar ini menunjukkan kepercayaan pasar internasional terhadap kualitas benih kelapa sawit asal Sumatera Utara.

Bagikan
Sumber: sumut.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks