MEDAN — Pemimpin Cabang Perum Bulog Medan Lutfillah Barus menyatakan kolaborasi lintas instansi menjadi kunci perluasan jangkauan distribusi beras SPHP agar masyarakat bisa memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau. Wilayah kerja Bulog Medan mencakup Kota Medan, Kota Binjai, Kota Tebing Tinggi, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Serdang Bedagai, dan Kabupaten Langkat.
Pelaksanaan GPM diintensifkan dengan menggandeng dinas yang membidangi urusan pangan serta perdagangan dan perindustrian di masing-masing wilayah. Pola ini membuat kegiatan berjalan rutin, bukan sekadar seremonial sesekali.
Frekuensi kegiatan dijaga agar stok murah tetap tersedia di tengah warga. Lutfillah menyebut rata-rata GPM digelar dua kali dalam sepekan di tiap wilayah.
"Kalau ratakan, kegiatan itu dilakukan dua kali dalam seminggu. Jika dihitung di seluruh wilayah kerja kami, terdapat sekitar 20 hingga 25 kegiatan GPM," katanya di Medan, Rabu.
Selain beras SPHP, Bulog Medan menyalurkan sekitar 200.000 liter Minyakita lewat kegiatan yang sama selama satu bulan. Dua komoditas itu menjadi kebutuhan pokok yang paling sering memicu lonjakan harga di pasar tradisional.
Sebaran wilayah kerja membuat distribusi tidak menumpuk di Kota Medan saja. Kabupaten Deli Serdang, Serdang Bedagai, dan Langkat menjadi daerah penyangga dengan jumlah penduduk besar yang kerap luput dari perhatian pasar murah.
"Kerja sama itu dilakukan di wilayah kerja kami yakni, Kota Medan, Kota Binjai, Kota Tebing Tinggi, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Serdang Bedagai, dan Kabupaten Langkat," ujar Lutfillah.
Keterlibatan pemerintah daerah, TNI, dan Polri disebut mempermudah koordinasi lapangan, mulai dari penentuan lokasi hingga pengawasan antrean warga.
Penyaluran dua komoditas itu merupakan bagian dari dukungan Bulog terhadap program pemerintah menjaga pasokan pangan sekaligus mengantisipasi gejolak harga kebutuhan pokok. Beras dan minyak goreng menjadi dua item yang paling cepat merambat ke inflasi daerah.
Bulog Medan berencana memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait agar GPM menjangkau lebih banyak masyarakat. Lutfillah menambahkan, pelaksanaan GPM secara berkelanjutan diharapkan memberi alternatif bagi warga memperoleh beras dan minyak goreng dengan harga lebih terjangkau.
Bagi warga di enam wilayah kerja tersebut, jadwal GPM dua kali sepekan menjadi acuan untuk membeli kebutuhan pokok di luar harga pasar reguler.