MEDAN — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Utara mencatat empat TPAKD di wilayahnya berprestasi dalam TPAKD Award 2026. Selain Deli Serdang yang keluar sebagai juara tingkat kabupaten wilayah Sumatera, tiga daerah lain masuk nominasi pada kategori masing-masing.
Ketiga nominator itu adalah TPAKD Provinsi Sumatera Utara untuk kategori tingkat provinsi wilayah Sumatera. Dua lainnya, TPAKD Kota Pematangsiantar dan TPAKD Kabupaten Langkat, bersaing di kategori tingkat kabupaten/kota wilayah Sumatera.
Kepala OJK Provinsi Sumatera Utara Triyoga Laksito menyebut capaian tersebut menunjukkan komitmen dan inovasi TPAKD di Sumatera Utara. Menurutnya, prestasi itu berdampak langsung pada perluasan akses keuangan serta peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat.
"Capaian ini menunjukkan komitmen dan inovasi TPAKD di Sumatera Utara dalam memperluas akses keuangan serta meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat," ujar Triyoga dalam keterangan tertulis, Selasa (27/10/2026).
Triyoga menambahkan, keberhasilan itu juga mencerminkan pentingnya kolaborasi antar-pemangku kepentingan. Kerja sama dinilai kunci agar produk dan layanan keuangan formal bisa dimanfaatkan lebih luas oleh warga.
TPAKD merupakan forum koordinasi yang berperan mempercepat akses masyarakat terhadap layanan keuangan. Programnya disesuaikan dengan karakteristik dan potensi ekonomi masing-masing daerah, bukan satu resep seragam untuk semua wilayah.
Program-program TPAKD antara lain diarahkan untuk mendukung penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Selain itu, forum ini memperluas akses pembiayaan produktif dan menjangkau masyarakat yang selama ini belum memperoleh layanan keuangan secara optimal.
Penguatan akses keuangan, menurut OJK, membutuhkan komitmen dan sinergi antara OJK, pemerintah daerah, serta industri jasa keuangan. Tanpa dukungan ketiga pihak, program percepatan akses keuangan sulit berjalan efektif di lapangan.
OJK Sumatera Utara berharap capaian dalam TPAKD Award 2026 mendorong seluruh TPAKD di daerah terus meningkatkan inovasi. Penguatan kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan juga menjadi prioritas berikutnya.
Dengan langkah itu, program percepatan akses keuangan diharapkan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Dampaknya diarahkan pada pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan secara berkelanjutan.