MEDAN — Kepala OJK Provinsi Sumatera Utara Triyoga Laksito merinci bahwa kegiatan literasi keuangan menyasar segmen masyarakat yang sangat luas. Peserta berasal dari lembaga pendidikan, kalangan TNI, pelaku usaha, penyandang difabel, hingga masyarakat umum.
Dua kegiatan besar menjadi penanda capaian periode ini. Edukasi di Sekolah Rakyat Terintegrasi Medan diikuti 500 peserta luring dan lebih dari 2.000 peserta daring dari 31 kabupaten/kota. OJK Sumut juga menggelar edukasi keuangan bagi pelajar di SPM Negeri 2 Sitolu Ori, Nias Utara, hasil kolaborasi dengan pemerintah daerah setempat.
Triyoga menjelaskan bahwa materi yang diberikan kepada pelajar difokuskan untuk menumbuhkan budaya menabung sejak dini. Tujuannya meningkatkan kecerdasan finansial serta membangun karakter yang bijak dalam mengelola keuangan di masa depan.
Pendekatan ini menyasar kelompok usia sekolah sebagai fondasi pemahaman finansial jangka panjang. OJK Sumut menyebut kolaborasi dengan pemerintah daerah menjadi kunci perluasan jangkauan pemahaman finansial di wilayah terpencil.
Untuk peserta dari kalangan umum, materi yang disampaikan lebih beragam. Cakupannya meliputi pelindungan konsumen di sektor jasa keuangan, strategi pengelolaan keuangan yang sehat, pengenalan pasar modal, hingga pemanfaatan produk dan layanan jasa keuangan formal.
Dalam setiap kesempatan, OJK Sumut mengajak peserta menerapkan prinsip 2L, yaitu Legal dan Logis. Masyarakat diimbau memastikan legalitas lembaga atau produk keuangan melalui kanal resmi OJK.
Peserta juga diminta tidak mudah tergiur iming-iming imbal hasil tinggi dalam waktu singkat. Selain itu, OJK mengingatkan pentingnya menjaga kerahasiaan data pribadi dan data keuangan.
Triyoga turut menyoroti upaya pemberantasan penipuan di sektor jasa keuangan. Ia mengatakan bahwa OJK bersama anggota Satgas PASTI telah membentuk Indonesia Anti-Scam Center (IASC) atau Pusat Penanganan Penipuan Transaksi Keuangan.
Pusat ini berfungsi menindaklanjuti setiap laporan penipuan yang masuk dari masyarakat. Keberadaannya melengkapi kanal pengaduan yang sudah berjalan di OJK Sumut.
Dengan 406 kegiatan yang sudah berjalan hingga Agustus, OJK Sumut menargetkan jangkauan literasi keuangan terus meluas ke seluruh kabupaten/kota di provinsi tersebut.