SIMALUNGUN — Bupati Simalungun Dr H Anton Achmad Saragih meluncurkan Aplikasi SIMARATUR di Balei Harungguan Tuan Rondahaim Saragih Kantor Bupati, Pamatang Raya. Peluncuran mengusung tema "Digitalisasi Aparatur Nagori, Semakin Teratur" dan dihadiri Sekretaris Daerah Mixnon Andreas Simamora, pimpinan perangkat daerah, seluruh camat, para pangulu se-Kabupaten Simalungun, serta perwakilan BRI, BPJS Kesehatan, dan BPJS Ketenagakerjaan.
Aplikasi ini lahir dari gagasan DPMPN Kabupaten Simalungun. Fungsinya menjangkau proses pengangkatan, mutasi, pemberhentian, hingga pemantauan dan penyediaan data aparatur nagori.
Kepala Dinas DPMPN Kabupaten Simalungun Eliyanto Purba menyebut SIMARATUR sebagai jawaban atas kendala pengelolaan administrasi aparatur nagori yang masih manual dan belum terhubung satu sama lain.
"SIMARATUR diharapkan menjadi instrumen untuk membangun tata kelola aparatur nagori yang terintegrasi, transparan, akuntabel, efektif, efisien, dan berbasis data," ujar Eliyanto.
Dengan sistem ini, pengelolaan data aparatur nagori diharapkan lebih rapi, cepat diakses, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan. Data yang tertata juga menjadi dasar pengambilan kebijakan yang tepat sasaran.
Bupati Anton Achmad Saragih menekankan keakuratan data sebagai fondasi tata kelola yang baik. Menurutnya, data yang belum pasti berpotensi menimbulkan salah paham saat diolah menjadi informasi.
"Data dulu, baru informasi. Kalau datanya belum pasti, informasi yang disampaikan bisa menimbulkan salah paham," tegas Anton.
Ia juga mengingatkan agar transformasi digital tidak berhenti pada acara peluncuran. Penerapan sehari-hari di setiap nagori dan kecamatan menjadi ukuran keberhasilan program ini.
"Perubahan jangan hanya menjadi pesta, jangan berhenti pada launching. Perubahan harus kita jalankan bersama-sama dengan akhlak, integritas, ketelitian, dan hati nurani," pesan Anton Saragih.
Bupati menegaskan kecanggihan sistem harus diiringi ketelitian dan kejujuran para penggunanya. Kesalahan sistem, katanya, masih bisa diperbaiki, tetapi pelanggaran adalah persoalan berbeda.
"Kesalahan sistem dapat diperbaiki, tetapi pelanggaran adalah persoalan yang berbeda. Bekerjalah dengan hati nurani. Apa yang kita pikirkan, kita ucapkan, dan kita kerjakan harus sejalan," pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Simalungun menandatangani tanda dimulainya implementasi SIMARATUR di seluruh wilayah Kabupaten Simalungun. Pemkab menargetkan pengelolaan aparatur nagori semakin teratur, terbuka, dapat dipertanggungjawabkan, dan berbasis data yang andal.