SUMATERA UTARA — Jakarta — Rombongan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya itu sedang dalam perjalanan pulang ke Wamena ketika serangan datang. Sebelumnya mereka menyerahkan bantuan pangan kepada warga di Kampung Kimbim, Distrik Asologaima. Saat melintas di Distrik Muliama, kelompok bersenjata mendadak menembak ketiga petugas hingga meninggal dunia.
Korban adalah AR (49), AAM (35), dan WM (25). Tim gabungan mengevakuasi ketiga jenazah ke RSUD Wamena. Jarak Muliama ke Wamena sekitar 20 kilometer dan biasa ditempuh dengan kendaraan roda dua maupun roda empat.
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman menyampaikan belasungkawa melalui keterangan resmi, Kamis (10/9/2026). Ia menegaskan para petugas lapangan yang menjalankan program bantuan ternak dan ketahanan pangan di Papua bukan pihak yang membawa ancaman.
"Atas nama Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, dan pribadi, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Mereka adalah pahlawan pangan yang gugur dalam tugas mulia, membawa bantuan ternak untuk saudara-saudara kita di pedalaman Papua," ujar Amran.
Ia meminta Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz bersama jajaran TNI-Polri mengusut tuntas pelaku penembakan. Jaminan keamanan bagi petugas lapangan di Papua, menurutnya, harus dipastikan agar insiden serupa tidak terulang.
Kepala Operasi Damai Cartenz Irjen Pol Faizal Ramadhani menyatakan penyelidikan sementara mengarah pada KKB Kodap III Ndugama. Namun ia belum memastikan identitas pelaku secara pasti.
"Dari hasil penyelidikan sementara, diduga pelaku penembakan adalah anggota KKB Kodap III Ndugama. Namun, siapa pelakunya secara pasti masih terus didalami," kata Faizal di Jayapura, Kamis (10/9/2026).
Hingga kini aparat belum merinci motif di balik serangan. Yang jelas, rombongan tersebut tidak membawa senjata dan hanya mengangkut bantuan pangan untuk warga.
Amran memastikan program bantuan ternak dan pangan di wilayah Papua Pegunungan terus berjalan. Pihaknya juga menyiapkan dukungan penuh bagi keluarga korban.
"Program bantuan pangan dan ternak untuk masyarakat Papua tidak boleh berhenti karena ancaman kekerasan. Negara harus hadir lebih kuat, melindungi setiap pahlawan pangan yang bertaruh nyawa demi menjamin kecukupan pangan rakyat Papua," tegasnya.
Ia berharap bantuan dari pemerintah tetap sampai ke seluruh masyarakat, termasuk warga di pedalaman Papua. Pembangunan pertanian di wilayah itu, katanya, harus tetap kuat dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
Insiden ini menambah daftar panjang risiko yang dihadapi petugas lapangan di Papua Pegunungan. Program ketahanan pangan yang menyasar wilayah terpencil memang menuntut jaminan keamanan ekstra, terutama di area yang masih rawan aksi kelompok bersenjata.