KARO — Ratusan warga yang selama ini mengungsi akibat erupsi Gunung Sinabung akhirnya dapat kembali ke kampung halamannya. Proses pemulangan menyusul perubahan ketentuan radius zona bahaya yang dikeluarkan PVMBG.
Para pengungsi diberangkatkan dari Posko Pengungsian Jambur Arih Ersada dan Losd Desa Sukatepu menuju Desa Kuta Tengah. Keputusan ini merupakan hasil evaluasi Tim Terpadu Tanggap Darurat Bencana Erupsi Gunung Sinabung terhadap perkembangan situasi terkini di wilayah terdampak.
Dari total 418 jiwa yang dipulangkan, terdapat 210 laki-laki dan 208 perempuan. Kelompok paling rentan ikut dalam gelombang kepulangan ini, yakni 35 balita, 34 lanjut usia, dua ibu hamil, dan enam ibu menyusui.
Selain itu, ada 237 warga dewasa dan orang tua yang terdiri atas 101 laki-laki serta 132 perempuan. Kelompok remaja dan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan juga turut dipulangkan.
Kabid Humas Polda Sumatera Utara Kombes Pol Dr. Ferry Walintukan menegaskan bahwa pemulangan warga tidak dilakukan serentak, melainkan secara bertahap. Faktor keamanan dan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan.
"Pemulangan warga Desa Kuta Tengah dilaksanakan setelah adanya perubahan ketentuan radius zona bahaya dan berdasarkan hasil koordinasi serta rapat Tim Terpadu Tanggap Darurat Bencana Erupsi Gunung Sinabung. Seluruh proses dilakukan secara terukur dengan mengutamakan keselamatan masyarakat," ujar Ferry.
Untuk memperlancar proses kepulangan, personel gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, dan Satuan Polisi Pamong Praja dikerahkan. Mereka tidak hanya membantu transportasi warga, tetapi juga pengangkutan barang-barang milik pengungsi menuju Desa Kuta Tengah.
Ferry menjelaskan keterlibatan seluruh unsur tersebut merupakan bentuk sinergi lintas instansi dalam pelayanan kemanusiaan. Hal ini penting agar warga dapat kembali ke rumahnya secara aman dan tertib.
"Personel gabungan tidak hanya membantu mobilisasi warga, tetapi juga memastikan barang-barang milik masyarakat dapat diangkut dengan baik. Ini merupakan bagian dari pelayanan kemanusiaan agar warga dapat kembali ke rumahnya secara aman dan tertib," katanya.