4.000+ UMKM Daftar Pertamina UMK Academy 2026, Meningkat 2 Kali Lipat

Penulis: Redaksi  •  Selasa, 01 September 2026 | 15:35:01 WIB
Lebih dari 4.000 pelaku UMKM mendaftar Pertamina UMK Academy 2026, meningkat hampir dua kali lipat dibanding periode sebelumnya.

Lebih dari 4.000 pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dari berbagai wilayah Indonesia memastikan diri terdaftar dalam program pembinaan usaha lokal unggulan Pertamina UMK Academy 2026, sebelum masa pendaftaran resmi ditutup pada 31 Agustus 2026. Pendaftaran sendiri dibuka sejak 21 Agustus 2026.

Dibanding pendaftar pada 2025, jumlah pendaftar UMK Academy 2026 melonjak hampir dua kali lipat. Kenaikan ini menegaskan posisi Pertamina UMK Academy sebagai salah satu program pembinaan usaha lokal yang makin diminati dan dipandang berdampak oleh para pelakunya.

Pertamina UMK Academy sendiri pertama kali digulirkan pada 2020 dan sejak itu menjadi salah satu program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) andalan Pertamina, dengan fokus pada pengembangan masyarakat serta komunitas usaha lokal di Tanah Air.

Selanjutnya, seluruh UMK yang telah mendaftar akan menjalani tahap kurasi dan verifikasi administrasi berdasarkan persyaratan yang berlaku, sebelum ditetapkan sebagai peserta resmi rangkaian pembinaan Pertamina UMK Academy 2026.

Muhammad Baron, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), menilai jumlah pendaftar yang melampaui 4.000 UMK menjadi bukti kuatnya semangat pelaku usaha kecil Indonesia untuk terus belajar dan mengembangkan daya saing.

“Antusiasme pendaftar menunjukkan besarnya semangat pelaku UMK Indonesia untuk mengembangkan usahanya. Melalui Pertamina UMK Academy, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga didampingi untuk menerapkan pembelajaran secara langsung sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan usahanya,” ujar Baron.

Dua tahap pembinaan disiapkan dalam Pertamina UMK Academy, yakni Regional dan Nasional. Tahap regional berisi materi dan praktik penguatan dasar pengelolaan bisnis sesuai sektor usaha peserta, dengan pemantauan rutin oleh Tim Akselerator dan Tim Mentor sebagai bahan kurasi ke tahap berikutnya.

Di tahap nasional, peserta memperoleh pendampingan lebih mendalam melalui empat kelas “Go” — Go Modern, Go Digital, Go Online, Go Global — ditambah dua materi khusus, Go Green dan Go Aggregator.

Baron menegaskan, “Setiap pelaku UMK memiliki kebutuhan dan tingkat kesiapan yang berbeda. Karena itu, silabus/kurikulum dan materi pembinaan disusun khusus sesuai tahapan pembinaan dan kondisi perkembangan usaha peserta agar program pembinaan dapat menghasilkan perubahan yang nyata, berdampak dan terukur.”

Rekam Jejak Enam Tahun UMK Academy

Sejak enam tahun terakhir, Pertamina UMK Academy konsisten mendampingi ribuan pelaku UMK untuk belajar dan naik kelas melalui pelatihan, tantangan/games, praktik pemasaran, pendampingan, coaching, penguatan legalitas/sertifikasi, serta fasilitas perluasan akses pasar. Champion di tahap nasional bahkan berkesempatan meraih dukungan teknologi/alat produksi senilai hingga ratusan juta rupiah.

Manfaat nyata program ini dirasakan Lidya SP, pemilik usaha Besolek yang juga meraih gelar Juara I kelas Go Modern pada Pertamina UMK Academy 2025.

Lidya mengaku pembinaan yang ia ikuti membuat tata kelola produksi dan keuangan usahanya jauh lebih rapi, efisiensi produksi meningkat, dan praktik zero waste semakin optimal. “Pengelolaan produksi dan keuangan menjadi lebih rapi, proses produksi makin efisien sehingga zero waste makin optimal,” ungkapnya. Konsistensi pemasaran digital Besolek pun ikut terdongkrak, yang pada akhirnya meningkatkan kepercayaan pelanggan dan penjualan usahanya.

Di akhir keterangannya, Baron berharap: “Pertamina berharap UMK Academy 2026 dapat melahirkan semakin banyak pelaku usaha yang memiliki tata kelola baik, adaptif terhadap teknologi, mampu memperluas pasar, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya,” tutup Baron.

Pertamina UMK Academy turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) Nomor 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Program ini juga selaras dengan Asta Cita dalam memperkuat kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif, serta meningkatkan kesempatan kerja berkualitas melalui penguatan kapasitas dan daya saing UMK Indonesia.

Reporter: Redaksi
Back to top