SUMATERA UTARA — Pengumuman ini menjadi pukulan telak bagi Argentina yang baru saja merasakan pahitnya kekalahan 0-1 dari Spanyol di final Piala Dunia 2026. Messi mengaku keputusan itu sudah dipendamnya sejak dua hari setelah partai final, tepatnya pada 21 Juli, namun baru disampaikan kini kepada publik.
“Setelah sekian waktu berlalu sejak laga final, dan setelah memikirkannya masak-masak, saya ingin menyampaikan kepada semua orang bahwa saya pensiun dari tim nasional,” tulis Messi dalam suratnya.
Pemain yang dijuluki La Pulga ini mengungkapkan betapa beratnya langkah tersebut. “Itu adalah keputusan yang menyakitkan, dan hingga kini pun masih terasa perih di lubuk hati, namun saya sadar bahwa waktunya telah tiba,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa seluruh jiwa raga sudah ia curahkan untuk membela Argentina. “Waktu terus berjalan, sebuah babak harus berakhir, dan babak ini terasa sangat berat bagi saya. Saya mencintai, pernah mencintai, dan akan selalu mencintai peran saya di tim nasional,” jelasnya.
Sepanjang kariernya di timnas senior, Messi mengoleksi satu gelar Piala Dunia dan dua Copa America. Ia adalah kapten yang membawa Argentina keluar dari puasa gelar yang panjang, dan namanya akan selalu tertulis sebagai salah satu pemain terbaik dalam sejarah sepak bola negeri itu.
Namun, ia merasa tak ada lagi yang bisa ia berikan. “Saya telah memberikan segalanya; tak ada lagi yang bisa saya berikan, lagipula ada pemain-pemain muda hebat yang bermunculan dan layak berada di sini,” tulis pemain Inter Miami itu.
Unggahan tersebut disertai rasa terima kasih kepada semua pihak yang mendukung perjalanannya. “Saya pergi dengan hati yang tenang dan rasa bangga karena telah memberikan, bersama rekan-rekan setim saya, momen-momen yang dulu hanya sebatas impian,” tutup Messi.
Keputusan ini menandai akhir dari perjalanan panjang Messi bersama timnas. Argentina kini harus mencari figur baru di lini depan, dan generasi muda yang disebut Messi harus siap mengambil peran.
Bagi Messi sendiri, waktu dua hari setelah final menjadi momen penentu. “Hari ini, setelah apa yang terjadi dengan ayah saya, saya bahkan lebih yakin daripada sebelumnya,” tulisnya, merujuk pada kejadian yang dialaminya setelah laga final.
Argentina, yang masih memiliki banyak talenta muda, kini punya tugas besar: membuktikan bahwa mereka bisa tampil tanpa sosok sentral Messi di skuad. Peralihan ini takkan mudah, tetapi justru menjadi ujian sekaligus peluang bagi wajah-wajah baru untuk muncul.