MEDAN — Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memerintahkan evaluasi terhadap sejumlah pimpinan OPD di lingkungan Pemkot Medan yang dinilai tidak kooperatif dan gagal bersinergi dengan wakil rakyat. Instruksi itu disampaikan di sela sidang paripurna DPRD Kota Medan tentang Laporan Pelaksanaan Reses VI Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025-2026, Senin (31/8/2026).
"Kok aneh, tadi Pak Agus bilang ke saya, lebih mudah menghubungi Wali Kota Medan dibanding OPD, kabid-kabid maupun UPT. Saya rasa ini perlu jadi evaluasi," ujar Rico Waas di gedung DPRD Medan.
Perintah evaluasi ditujukan kepada Pj Sekda Kota Medan Erfin Fahrurrazi. Rico menegaskan keluhan serupa sudah berulang kali diterimanya, bahkan dalam sehari ia mendengar dua laporan berbeda dari anggota dewan.
"Hari ini saja saya sudah dua kali mendengar dari anggota dewan. Untuk Dinas SDABMBK Medan, kadis dan kabid-kabidnya masih bisa dihubungi, tetapi yang namanya Kepala UPT susah sekali dihubungi, susah sekali untuk berkoordinasi dan menyampaikan permasalahan," katanya.
Rico menyebut persoalan ini merupakan otokritik baginya sebagai pimpinan tertinggi perangkat kerja di lingkungan Pemko Medan. Ia meminta seluruh OPD membenahi pola komunikasi dengan para wakil rakyat.
"Bagi saya ini otokritik, sebagai bahan evaluasi juga bagi saya sebagai pimpinan. Untuk itu saya minta, rekan-rekan OPD bisa juga membenahi komunikasinya. Berikanlah komunikasi yang terbaik agar nanti kerja-kerja kita bisa semakin baik. Kita evaluasi bersama," tuturnya.
Menurut Rico, masyarakat Kota Medan membutuhkan respons cepat dalam penyelesaian persoalan. Karena itu, sinergi antara eksekutif dan legislatif tidak boleh terhambat oleh buruknya koordinasi di level birokrasi.
"Masyarakat butuh respon cepat kita. Kami harapkan sinergi ini bisa terus terjaga. Mudah-mudahan kita bisa membangun Kota Medan yang semakin maju," ujarnya.
Usai sidang, Rico menegaskan akan memberikan pembelajaran kepada perangkat kerja yang tidak mampu berkomunikasi dengan baik. Ia juga akan memberikan catatan khusus bagi OPD yang kinerjanya dianggap "melempem".
"Ya harus kita ajarin OPD-nya sama rekan-rekannya bagaimana berkomunikasi lebih intens. Masak rekan-rekan dewan menghubungi saya lebih gampang dibandingkan OPD," kata Rico saat dikonfirmasi.
"Menjadi catatan khusus, apalagi kalau OPD-nya melempem kinerjanya. Kinerjanya kan harus tinggi terus. Kalau nggak tinggi kinerjanya, ya kita catat. Ya kita lihat, ada inspektorat yang mengecek itu kan. Intinya bagaimana menangkap aspirasi, begitu. Koordinasi juga harus lebih baik," pungkasnya.