CFN Kesawan Medan Dorong Transaksi UMKM Naik, Wali Kota Rico Waas Siapkan Business Matching

Penulis: Fajar  •  Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:00:31 WIB
Wali Kota Medan Rico Waas menyebut transaksi UMKM pada Car Free Night (CFN) Kesawan meningkat sebagai indikator potensi ekonomi kawasan pusat kota.

MEDAN — Potensi ekonomi Car Free Night (CFN) di Kesawan, Kota Medan, menunjukkan tren positif. Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menyebut peningkatan transaksi pada setiap pelaksanaan menjadi indikator bahwa kawasan pusat kota mulai hidup sebagai destinasi wisata sekaligus pusat perputaran uang masyarakat.

"Ini mengartikan juga potensi ekonominya meningkat," kata Rico Waas dalam wawancara khusus di rumah dinasnya, Jumat (21/8/2026).

Menurutnya, CFN bukan sekadar ajang rekreasi malam minggu. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang aktivasi Kawasan Strategis Pariwisata (KSP) 1 yang mencakup kawasan Kota Tua Kesawan. Pemko Medan tidak hanya fokus pada pembenahan fisik, tetapi juga membangun ekosistem yang menghubungkan transportasi, signage, hingga pelaku bisnis.

Pengunjung Tak Hanya dari Medan

Rico Waas mengungkapkan, animo masyarakat terhadap CFN cukup besar. Pengunjung yang datang tidak hanya berasal dari Kota Medan, tetapi juga dari Deli Serdang, Kisaran, Serdang Bedagai, dan Tebing Tinggi.

Kondisi ini dinilai mulai membentuk sentra aktivitas baru di pusat Kota Medan. Keberadaan Lapangan Merdeka yang berdekatan dengan Kesawan ikut memperkuat daya tarik kawasan, baik untuk kegiatan olahraga, acara kenegaraan, maupun agenda swasta.

Panggung Budaya Hingga Musik Anak Muda

Berbeda dengan Car Free Day yang lebih banyak diisi aktivitas olahraga setiap Minggu pagi, CFN diarahkan untuk kegiatan kebudayaan dan kreativitas. Sejumlah panggung disiapkan untuk menampilkan musik anak muda, kebudayaan lokal, dan kegiatan komunitas.

"Ini untuk aktivasi agar nantinya masyarakat aware ataupun memahami ini adalah daerah wisata, daerah tempat berkumpulnya masyarakat," ujar Rico Waas didampingi Kadis Kominfo Arrahmaan Pane, Kadis Pariwisata M. Odi Anggia Batubara, dan Kadis Koperasi UKM Perindag Hendra Ridho Gunawan Siregar.

Revitalisasi Pos Bloc Jadi Contoh

Rico Waas menegaskan, aktivasi kawasan harus berjalan seiring pelestarian sejarah. Ia mencontohkan revitalisasi Pos Bloc yang berhasil mengakomodasi UMKM lokal tanpa menghilangkan esensi bangunan cagar budaya.

Konsep serupa akan diterapkan pada bangunan lain di Kesawan. Setiap pembangunan bisnis baru tidak boleh mengubah bentuk bangunan cagar budaya. Pemko Medan akan mengarahkan pembangunan sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan pihak swasta.

Produk UMKM Medan Masuk Uniqlo

Di luar pengembangan kawasan, Pemko Medan terus mendorong naik kelas UMKM. Pelatihan, dukungan perbankan, hingga perluasan pemasaran menjadi fokus utama. Salah satu pencapaian yang disebut Rico Waas adalah produk UMKM lokal unggulan yang kini mendapat ruang etalase di Uniqlo.

Ruang etalase dan inkubasi juga disediakan melalui Gelar UMKM daerah atau Musda. Produk dari berbagai kluster lokal diperkenalkan kepada masyarakat sekaligus menjadi ruang bagi pelaku usaha menyusun strategi pengembangan produk.

Rico Waas mengajak masyarakat, terutama anak muda, untuk ikut mempromosikan destinasi dan produk lokal melalui media sosial. Menurutnya, promosi digital menjadi kunci agar produk dan wisata Medan semakin dikenal masyarakat luar Sumatera Utara.

Reporter: Fajar
Sumber: informasiterpercaya.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top