MEDAN — Proses pemilihan ketua Karang Taruna Sumatera Utara memasuki tahap akhir setelah Steering Committee (SC) TKKT memastikan hanya satu kader yang memenuhi syarat administratif. Bonauli Rajagukguk, SH, kini menjadi satu-satunya nama yang akan bertarung dalam forum tertinggi organisasi kepemudaan tersebut.
Kepastian ini disampaikan langsung oleh Koordinator SC, Dedy Batubara. Ia menegaskan bahwa seluruh tahapan telah berjalan sesuai aturan organisasi, mulai dari pembukaan pendaftaran hingga verifikasi berkas calon.
Pendaftaran yang dibuka selama lima hari di Kota Medan itu hanya menghasilkan satu nama yang mengembalikan formulir secara resmi. Tim SC kemudian melakukan pemeriksaan dokumen secara ketat sesuai ketentuan yang berlaku.
"Berdasarkan pemeriksaan dokumen sesuai ketentuan dan syarat yang berlaku, berkas pendaftaran Bonauli Rajagukguk dinyatakan memenuhi syarat," ujar Dedy Batubara.
Hasil rapat pleno internal SC pun mengesahkan status calon tunggal tersebut. Artinya, Bonauli Rajagukguk berpeluang besar terpilih tanpa melalui mekanisme voting atau persaingan suara.
Meski panitia membuka pintu selebar-lebarnya bagi kader yang ingin mengabdi, tidak ada peserta lain yang mendaftar hingga batas waktu berakhir. Kondisi ini kerap terjadi di organisasi kepemudaan ketika figur tertentu dinilai telah mendapat dukungan luas dari pengurus di kabupaten/kota.
Keputusan SC untuk menetapkan calon tunggal ini membawa angin segar bagi kepastian kepemimpinan pemuda di Sumatera Utara. Organisasi tidak perlu menunggu proses panjang untuk menentukan siapa yang akan memimpin.
Dedy Batubara menegaskan bahwa hasil penetapan ini akan disampaikan secara langsung di depan seluruh peserta forum pleno Temu Karya Karang Taruna Provinsi Sumatera Utara. Dalam forum tersebut, Bonauli Rajagukguk akan dideklarasikan sebagai ketua terpilih secara aklamasi.
Kepemimpinan baru ini diharapkan mampu membawa arah baru bagi Karang Taruna Sumut, organisasi yang selama ini menjadi wadah pengembangan generasi muda di tingkat provinsi. Segenap keluarga besar Karang Taruna kini menanti realisasi program kerja yang akan diusung setelah proses pleno selesai digelar.