SUMATERA UTARA — Janji Apple untuk membawa antarmuka generasi berikutnya ke lebih banyak mobil masih menggantung. Setelah diperkenalkan pertama kali pada 2022 dan dirilis resmi pada Mei 2025, CarPlay Ultra baru bisa dinikmati pemilik Aston Martin tertentu yang harganya menembus enam digit dolar AS atau setara lebih dari Rp 1,6 miliar.
Situasi ini kontras dengan pernyataan resmi Apple tahun lalu yang menyebut "banyak" merek otomotif global berencana mengadopsi sistem ini, termasuk Hyundai, Kia, dan Genesis. Namun, hingga artikel ini ditulis, belum ada satu pun model dari pabrikan Korea tersebut yang menerima pembaruan software tersebut.
Berbeda dari CarPlay standar yang hanya memproyeksikan aplikasi iPhone ke layar head unit, CarPlay Ultra bekerja lebih dalam. Sistem ini terintegrasi langsung dengan kluster instrumen digital di belakang setir serta berbagai sistem kendaraan.
Pengemudi bisa mengakses aplikasi bawaan untuk radio dan kontrol iklim, plus dukungan feed kamera mundur. Data yang ditampilkan bukan hanya dari iPhone, tetapi juga dari kendaraan seperti kecepatan aktual, level bahan bakar, tekanan ban, hingga suhu mesin.
Antarmukanya pun dirancang spesifik untuk setiap model dan identitas pabrikan. Pemilik kendaraan bisa memilih dari beberapa opsi desain preset yang tersedia.
Kabar terbaru datang dari jurnalis Bloomberg, Mark Gurman. Awal tahun ini ia mengungkap informasi dari sumber internal bahwa setidaknya satu model baru Hyundai atau Kia akan mendapatkan CarPlay Ultra pada "paruh kedua tahun ini".
Jika bocoran tersebut akurat, jendela peluncuran tinggal menyisakan empat bulan terakhir 2026. Namun, Apple sendiri belum memberikan pernyataan resmi apa pun soal jadwal ketersediaan CarPlay Ultra di luar Aston Martin.
Tim redaksi telah menghubungi Apple untuk meminta klarifikasi, namun belum ada tanggapan hingga berita ini diturunkan.
Keterlambatan ekspansi ini menjadi catatan tersendiri bagi pengguna iPhone yang berencana membeli mobil baru. Saat ini, pilihan satu-satunya untuk merasakan CarPlay Ultra adalah dengan membeli Aston Martin—bukan keputusan yang realistis bagi mayoritas konsumen.
Bagi pasar Indonesia, kabar ini berarti ekosistem mobil premium yang mendukung fitur tersebut masih jauh dari jangkauan. Belum ada indikasi kapan pabrikan lokal atau merek massal akan mengadopsi teknologi ini.
Yang jelas, janji "banyak merek" yang digaungkan Apple belum menunjukkan realisasi nyata. Para calon pembeli Hyundai, Kia, atau Genesis yang menanti fitur ini harus bersabar lebih lama, atau mempertimbangkan opsi lain di pasar.