MEDAN — Setelah ditutup menguat 0,75 persen ke level 6.449,83 pada Selasa (18/8/2026), IHSG diprediksi memasuki fase konsolidasi. Tim riset Phintraco Sekuritas menyebut indeks akan bergerak sideways dengan support di level 6.400 dan resistance di level 6.500.
Penguatan pada perdagangan kemarin ditopang hampir seluruh sektor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sektor energi menjadi motor penggerak utama dengan kenaikan signifikan hingga 2,24 persen, disusul sektor infrastruktur yang menguat 1,65 persen dan transportasi yang naik 1,31 persen.
Perhatian investor hari ini tertuju pada hasil RDG BI yang digelar Rabu (19/8/2026). Pasar kompak memperkirakan bank sentral akan kembali mempertahankan BI Rate di level 5,75 persen.
"Ekspektasi tersebut sejalan dengan inflasi yang masih berada dalam sasaran BI serta kebutuhan menjaga stabilitas rupiah," tulis tim riset Phintraco Sekuritas dalam riset hariannya, Selasa (18/8/2026).
Keputusan ini dinilai krusial karena menjadi pertemuan kebijakan pertama setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri dari posisi Gubernur BI. Kini arah kebijakan moneter dipegang oleh Plt. Gubernur BI Destry Damayanti, dan pelaku pasar mencermati apakah akan ada perubahan sikap atau tidak.
Di pasar valuta asing, rupiah tercatat menguat 0,17 persen dan ditutup di level Rp 17.850 per dolar AS pada Selasa (18/8/2026). Stabilitas mata uang Garuda ini menjadi sinyal positif bagi pasar saham, sekaligus faktor yang diperhitungkan BI dalam menentukan suku bunga.
Penguatan rupiah yang berkelanjutan biasanya direspons positif oleh investor asing. Namun, sentimen eksternal masih membayangi dan berpotensi membatasi ruang penguatan IHSG lebih lanjut.
Di tengah penguatan pasar, sektor keuangan justru menjadi satu-satunya sektor yang terkoreksi dengan penurunan 0,47 persen pada perdagangan Selasa kemarin. Pelemahan ini perlu dicermati investor sebagai indikasi adanya aksi ambil untung di saham perbankan.
Sinarmas Sekuritas menilai pasar masih menunggu kejelasan arah kebijakan moneter di bawah kepemimpinan baru BI. Hasil RDG hari ini akan menjadi penentu apakah IHSG mampu bertahan di zona hijau atau justru berbalik melemah pada perdagangan besok.