KABANJAHE — Ribuan mata tertuju ke tiang bendera di lapangan upacara Kabupaten Karo, Senin sore. Bupati Karo Antonius Ginting bertindak sebagai inspektur upacara pada Serenade dan Penurunan Bendera Merah Putih, menandai berakhirnya rangkaian puncak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Wakil Bupati Komando Tarigan, Sekdakab Gelora Kurnia Putra Ginting, serta jajaran Forkopimda tampak hadir. Para staf ahli bupati, asisten Setda, Ketua TP PKK, Ketua Dharma Wanita Persatuan, hingga kepala OPD dan unsur terkait lainnya turut memadati lokasi upacara.
Upacara berlangsung tertib sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan. Momen ini sekaligus menjadi pengingat semangat kemerdekaan yang harus terus dirawat oleh seluruh elemen masyarakat.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pengumuman pemenang Pawai Kemerdekaan tahun ini menjadi sorotan utama. Pemkab Karo merilis daftar lengkap juara untuk empat kategori, mulai dari tingkat TK/Paud hingga SMA/SMK.
Untuk tingkat TK/Paud, Paud Kabeta Sensoria berhasil merebut juara pertama. Disusul KB dan TPA Tahlita di posisi kedua, serta Paud Rahayu Candra Bethania School di posisi ketiga.
Pada kategori SD, SD Swasta Sint. Xaverius Kabanjahe keluar sebagai juara pertama dengan nilai 406,9. SD Swasta Sint. Yoseph Kabanjahe menguntit di posisi kedua dengan 400,9, dan SD Swasta Methodist Kabanjahe menempati posisi ketiga dengan 390,3.
Kategori SMP didominasi oleh sekolah-sekolah di Kabanjahe. SMP Xaverius 2 Kabanjahe menjadi juara pertama dengan nilai 416, unggul cukup jauh dari pesaing terdekatnya.
SMP Maria Goretti dan SMP Methodist Kabanjahe sama-sama mengumpulkan nilai 398, namun Maria Goretti berhak atas posisi kedua. MTs Negeri Karo melengkapi posisi kelima dengan nilai 377.
Sementara di tingkat SMA/SMK, SMA Santa Maria Kabanjahe tampil sebagai juara pertama dengan nilai 406,4. SMA Swasta Methodist Kabanjahe menyusul di posisi kedua, dan SMA Negeri 2 Kabanjahe menempati posisi ketiga dengan nilai 379,4.
Pawai Kemerdekaan bukan sekadar ajang adu penampilan. Pemkab Karo menegaskan kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk menumbuhkan kreativitas, kekompakan, dan nasionalisme generasi muda.
Semangat kebersamaan yang terbangun melalui latihan dan persiapan pawai diharapkan tertanam dalam keseharian para pelajar. Nilai-nilai itu pula yang menjadi modal dalam mengisi kemerdekaan.
Pemkab Karo mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan semangat gotong royong. Kontribusi terbaik dari setiap warga menjadi kunci kemajuan Kabupaten Karo dan Indonesia ke depan.