SUMATERA UTARA — Gempa yang mengguncang Flores tidak hanya merusak bangunan, tetapi juga melumpuhkan rantai distribusi energi. Namun, Pertamina Patra Niaga bergerak cepat memastikan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG tetap mengalir ke masyarakat. Hingga pembaruan terakhir, 35 SPBU telah beroperasi normal, bertambah dari sebelumnya yang hanya 32 unit.
Enam Fuel Terminal (FT) di wilayah Flores masih beroperasi penuh untuk menjalankan suplai. Sementara itu, tiga FT lain belum bisa menyalurkan karena akses jalan menuju lokasi masih tertimbun longsor. Kondisi ini memaksa Pertamina mencari jalur alternatif yang lebih aman dan cepat.
Untuk menembus isolasi geografis, Pertamina mengalihkan suplai dari FT Labuan Bajo, FT Bima, FT Ende, dan FT Maumere. Kapal laut dikerahkan untuk memperkuat pasokan ke titik-titik yang tidak bisa dijangkau truk tangki. Langkah ini dilakukan agar stok di masyarakat tidak sampai kosong di tengah masa tanggap darurat.
Meski progres pemulihan berjalan, 17 SPBU lainnya belum bisa beroperasi. Kendala utama yang dihadapi bukan hanya kerusakan sarana, tetapi juga putusnya aliran listrik dan jaringan komunikasi. Para mitra dan tenaga operasional di lapangan masih fokus pada proses evakuasi dan perbaikan fasilitas.
“Keselamatan masyarakat, pekerja, dan keandalan penyaluran energi menjadi prioritas kami. Karena itu, pemulihan dilakukan secara bertahap dengan memastikan setiap fasilitas yang akan dioperasikan telah melalui pengecekan dan memenuhi aspek keselamatan,” ujar VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora.
Di sektor elpiji, lima agen di wilayah Flores masih beroperasi dalam kondisi aman. Stok LPG secara umum tersedia di tingkat agen dan outlet. Pada pembaruan 16 Agustus 2026 pukul 10.19 WITA, sebanyak 20 tabung LPG telah tiba di Maumere untuk memenuhi kebutuhan warga.
Pertamina Patra Niaga memastikan koordinasi dengan pemerintah daerah, BPH Migas, dan instansi terkait terus berjalan. Tujuannya memastikan distribusi energi tidak terhambat birokrasi di tengah situasi darurat. Masyarakat diimbau membeli BBM dan LPG sesuai kebutuhan untuk menghindari panic buying.
Informasi resmi terkait penyaluran energi dapat dipantau melalui Pertamina Contact Center 135. Pemulihan total diperkirakan masih membutuhkan waktu, terutama untuk memperbaiki akses jalan dan jaringan listrik yang menjadi penopang operasional SPBU di wilayah terdampak.