PW ISMI Sumut Gelar Ziarah ke Makam Syekh Hasan Maksum dan Sultan Deli, Napak Tilas Tradisi Keilmuan Melayu

Penulis: Sutomo  •  Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:39:01 WIB
Rombongan PW ISMI Sumut berziarah ke makam Syekh Hasan Maksum di kompleks Masjid Raya Al-Mashun, Medan.

MEDAN — Rombongan PW ISMI Sumatera Utara memulai rangkaian napak tilas dari kompleks pemakaman Masjid Raya Al-Mashun, Medan. Di lokasi itu, mereka berziarah ke makam Syekh Hasan Maksum, ulama besar Kesultanan Deli yang menjabat Mufti dan Qadhi pada masa Sultan Ma’mun Al Rasyid Perkasa Alamsyah.

Syekh Hasan Maksum wafat pada 7 Januari 1937. Namanya tercatat sebagai salah satu tokoh kunci perkembangan pendidikan dan keislaman di Sumatera Timur.

Ketua PW ISMI Sumut, Prof. Dr. Nispul Khoiri, M.Ag, mengatakan keberadaan ulama tersebut menunjukkan eratnya hubungan otoritas keagamaan dengan kekuasaan Kesultanan Deli dalam membangun masyarakat.

"Ini bukti bahwa tradisi keilmuan dan kekuasaan pada masa itu berjalan beriringan dalam membentuk peradaban," ujarnya.

Makam Sultan Deli dan Mantan Gubernur Sumut Jadi Titik Ziarah Berikutnya

Dari Masjid Raya Al-Mashun, rombongan melanjutkan ziarah ke kompleks makam Sultan IX hingga XIII Kesultanan Deli. Makam Sultan Ma’mun Al Rasyid Perkasa Alamsyah, Sultan Amaluddin Al Sani Perkasa Alamsyah, Sultan Osman Al Sani Perkasa Alamsyah, Sultan Azmy Perkasa Alam, dan Sultan Otteman Mahmud Perkasa Alam berada dalam satu kompleks yang sama.

Rombongan juga berziarah ke makam mantan Gubernur Sumatera Utara Haji Tengku Rizal Nurdin beserta orang tuanya, Tengku Nurdin dan Tengku Rafiah, yang masih berada di kawasan Masjid Raya Al-Mashun. PW ISMI Sumut menilai keluarga tersebut memiliki peran penting dalam sejarah kepemimpinan Sumatera Utara, khususnya dalam keterhubungan tradisi Melayu dan pemerintahan modern.

Sekretaris PW ISMI Sumut, Ismail Marzuki, menyebut nilai keteladanan para tokoh itu penting diwariskan kepada generasi muda. "Pengabdian dan kepemimpinan mereka adalah bagian dari sejarah yang harus terus diingat," katanya.

Ziarah ke Makam Tengku Luckman Sinar di Perbaungan

Rangkaian napak tilas berlanjut ke Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai. Di sana, rombongan berziarah ke makam Tengku Luckman Sinar, sejarawan dan budayawan Melayu Sumatera Timur yang dikenal luas lewat karya-karyanya tentang Kesultanan Deli dan Kesultanan Serdang.

Wakil Ketua PW ISMI Sumut, Dr. Irwansyah, SH, MH, menegaskan warisan intelektual Tengku Luckman Sinar menunjukkan pentingnya dokumentasi sejarah dalam menjaga identitas Melayu. "Beliau bukan hanya bangsawan, tetapi juga intelektual yang mewariskan pengetahuan sejarah yang sangat berharga," ujarnya.

Kegiatan ini diikuti sejumlah pengurus PW ISMI Sumut, antara lain Dr. Taufik Hidayah Tanjung, Dr. Ismahani, Tengku M. Iqbal Bustamam, Khairul Hafas, Fakhrur Rozi, dan Azizah Hanum.

Tiga Pilar Melayu: Keilmuan, Kepemimpinan, dan Kebudayaan

Nispul Khoiri menuturkan bahwa para tokoh yang diziarahi merepresentasikan tiga pilar penting Melayu Sumatera Utara. Ia menyebut rangkaian ziarah ini memperlihatkan kesinambungan peran tokoh Melayu dari masa ke masa, mulai dari ulama, sultan, sejarawan, hingga pejabat pemerintahan.

"Ziarah ini penguatan kesadaran sejarah bahwa Melayu memiliki tradisi keilmuan, kepemimpinan, dan pengabdian yang kuat," kata Nispul yang juga Guru Besar UINSU Medan itu.

"ISMI ingin memastikan bahwa warisan intelektual dan sejarah ini tidak berhenti sebagai cerita, tetapi menjadi inspirasi gerakan keilmuan hari ini," pungkasnya.

Reporter: Sutomo
Sumber: kaldera.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top