Wagub Sumut Surya: LCC BMKG 2026 Bentuk Generasi Muda Tangguh Bencana, Diikuti 194 Sekolah

Penulis: Ragil  •  Rabu, 05 Agustus 2026 | 20:11:01 WIB
Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya menyerahkan hadiah kepada pemenang Lomba Cerdas Cermat BMKG 2026 di Medan.

MEDAN — Sebanyak 194 sekolah dari seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Utara ambil bagian dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) BMKG Tahun 2026. Delapan tim terbaik di antaranya berhasil melaju ke babak semifinal dan final yang digelar di Balai Besar BMKG Wilayah I Medan, Selasa (4/8/2026).

Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, menegaskan bahwa pendidikan kebencanaan bukan sekadar program seremonial, melainkan kebutuhan mendesak bagi daerah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap berbagai bencana alam. Menurutnya, budaya sadar risiko harus ditanamkan sejak bangku sekolah.

“Indonesia, termasuk Sumatera Utara, merupakan wilayah yang memiliki tingkat kerawanan terhadap berbagai bencana alam. Karena itu, budaya sadar risiko harus dibangun sejak usia sekolah melalui peningkatan pengetahuan, kesiapsiagaan, dan literasi sains,” ujarnya saat menyerahkan hadiah kepada para pemenang.

Kompetisi Sains atau Sekadar Adu Cepat?

Surya menekankan bahwa LCC BMKG memiliki peran ganda. Selain menguji wawasan meteorologi, klimatologi, dan geofisika, ajang ini juga melatih kemampuan berpikir kritis dan kerja sama tim di bawah tekanan.

“Yang terpenting bukan hanya menjadi juara, tetapi tumbuhnya semangat belajar, kemampuan berpikir ilmiah, kepedulian terhadap lingkungan, dan kesiapan menjadi agen perubahan di tengah masyarakat,” katanya.

Empat Sekolah Terbaik Se-Sumatera Utara

Setelah melalui babak penyisihan daring, delapan tim terbaik bertarung secara luring di Medan. Berikut hasil akhir LCC BMKG Tahun 2026:

  • Juara I: SMA Negeri 2 Balige
  • Juara II: SMA Negeri 1 Matauli Pandan
  • Juara III: SMA Negeri 1 Laguboti
  • Juara IV: SMA Negeri 1 Sidikalang

Sumut Darurat Literasi Mitigasi?

Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, mengingatkan bahwa Sumatera Utara termasuk daerah yang rawan bencana hidrometeorologi maupun gempa bumi. Pengetahuan mitigasi yang dimiliki pelajar diharapkan bisa disebarluaskan ke masyarakat sekitar.

“Saya bangga melihat kemampuan para peserta. Pengetahuan tentang cuaca, iklim, gempa bumi, dan mitigasi bencana diharapkan dapat dibagikan kepada masyarakat sehingga kesiapsiagaan semakin meningkat,” ujar Nelly.

Pemprov Sumut berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan BMKG, pemerintah kabupaten/kota, dan dunia pendidikan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat menghadapi ancaman bencana. Sekolah diminta menjadi ruang aman yang melahirkan peserta didik unggul secara akademik sekaligus peduli terhadap keselamatan lingkungan.

Reporter: Ragil
Sumber: galasibot.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top