SUMATERA UTARA — Praktis sejak wasit Danaskos Timothy Peter meniup peluit kick-off, Vietnam langsung mengambil inisiatif serangan. Tekanan tinggi yang dilancarkan Nguyen Hoang Duc dan kolega membuat lini belakang Indonesia kesulitan membangun serangan dari bawah. Hasilnya, gawang Nadeo Argawinata sudah kebobolan di menit keenam melalui aksi Nguyen Van Vi.
Gol cepat tersebut jelas mengubah peta permainan. Vietnam semakin percaya diri menggempur pertahanan Indonesia yang dipasangi Rizky Ridho di sisi kanan. Kelemahan di sektor tersebut langsung dieksploitasi habis-habisan oleh para pemain sayap Vietnam.
Pada menit ke-14, giliran Nguyen Hai Long yang namanya masuk ke papan skor. Gol kedua ini lahir dari pola serangan yang terstruktur, memanfaatkan celah di sisi kanan pertahanan Merah Putih yang ditinggalkan Rizky Ridho. Tim Garuda tampak kehilangan koordinasi dan kerap terlambat dalam melakukan pressing balik.
Meski sempat mendominasi penguasaan bola, serangan Indonesia selalu kandas di lini pertahanan Vietnam yang tampil solid. Barisan belakang lawan sukses mematikan pergerakan para penyerang Timnas Indonesia, membuat peluang emas tak pernah tercipta di babak pertama.
Memasuki babak kedua, Kim Sang Sik melakukan perubahan dengan memasukkan penyerang naturalisasi asal Brasil, Nguyen Xuan Son. Keputusan ini langsung berbuah manis. Bomber berusia 29 tahun itu tidak membutuhkan waktu lama untuk menunjukkan kualitasnya dengan mencetak gol ketiga yang sekaligus menjadi gol penutup dalam pertandingan ini.
Gol Xuan Son menjadi bukti nyata bahwa pressing tinggi Vietnam tidak pernah kendur hingga peluit panjang dibunyikan. Indonesia yang mencoba keluar dari tekanan justru semakin terbenam dalam kesalahan sendiri. Pola permainan tanpa bola yang disiplin dari para pemain Vietnam membuat Tim Garuda tak punya ruang untuk bernapas.
Hasil ini menjadi evaluasi besar bagi John Herdman. Menghadapi lawan dengan intensitas tinggi seperti Vietnam, skuad muda Indonesia masih menunjukkan kelemahan fundamental dalam menghadapi tekanan. Kekalahan telak ini pun menjadi pukulan berat bagi asa Timnas Indonesia untuk melaju ke babak berikutnya di Piala AFF 2026.