Rumah Olahan Kedelai ROKI Resmi Beroperasi di Binjai, MES Sumut Dorong UMKM Produksi Tahu dan Susu Kedelai

Penulis: Yasir  •  Senin, 03 Agustus 2026 | 19:24:31 WIB
Rumah Olahan Kedelai (ROKI) resmi beroperasi di Binjai Barat untuk mendukung produksi tahu, tempe, dan susu kedelai bagi UMKM setempat.

BINJAI — Pengurus Wilayah Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Sumatera Utara resmi mengoperasikan Rumah Olahan Kedelai (ROKI) di Jalan Letjen Umar Baki, Lingkungan VIII, Kelurahan Suka Ramai, Kecamatan Binjai Barat. Fasilitas ini tidak hanya menjadi tempat produksi, tetapi juga ruang belajar bagi masyarakat dalam mengembangkan produk turunan kedelai.

Plt Bupati Langkat, Tiorita Br. Surbakti, yang hadir dalam peresmian menilai pengolahan kedelai memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai usaha bernilai tambah. Menurutnya, keberadaan ROKI dapat membuka peluang pendapatan baru bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah tersebut.

Target Produksi: Tahu, Tempe, hingga Susu Kedelai

Rumah Olahan Kedelai direncanakan memproduksi berbagai produk turunan kedelai. Beberapa di antaranya adalah tahu, tempe, dan susu kedelai yang selama ini memiliki permintaan pasar yang stabil.

“Kedelai memiliki potensi ekonomi yang besar jika dikelola dengan baik. Pengembangan usaha seperti ini dapat membuka peluang pendapatan baru bagi masyarakat,” ujar Tiorita dalam sambutannya.

Menjawab Kebutuhan UMKM Lokal

Hadirnya ROKI di Binjai Barat diharapkan mampu menjadi katalis bagi pertumbuhan industri pangan rumahan. Para pelaku UMKM tidak hanya mendapatkan akses ke fasilitas produksi, tetapi juga pendampingan terkait teknik pengolahan dan manajemen usaha.

Inisiatif ini sejalan dengan upaya mendorong kemandirian ekonomi berbasis sumber daya lokal. Kedelai sebagai bahan baku utama dinilai memiliki rantai pasok yang mapan di Sumatera Utara, sehingga risiko kelangkaan bahan baku relatif lebih terkendali.

Langkah MES Sumut Perkuat Ekosistem Pangan

Pengoperasian ROKI menandai komitmen MES Sumatera Utara dalam membangun ekosistem usaha produktif di sektor pangan. Fasilitas ini diharapkan menjadi percontohan bagi daerah lain dalam mengoptimalkan potensi komoditas pertanian menjadi produk bernilai jual tinggi.

Dengan adanya pusat produksi dan edukasi ini, masyarakat tidak hanya diajak untuk memproduksi, tetapi juga memahami aspek kewirausahaan secara menyeluruh. Hal ini penting agar produk yang dihasilkan mampu bersaing, baik di pasar lokal maupun regional.

Reporter: Yasir
Sumber: sumut.totabuan.news This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top