SUMATERA UTARA — Suara gemerisik daun pala diiringi lengkingan kera menyambut setiap langkah pengunjung yang memasuki kawasan hutan konservasi di Desa Sangeh, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Bali. Di sinilah wisatawan bisa merasakan interaksi langsung dengan kawanan monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) yang telah lama menghuni area seluas kurang lebih 6 hektare ini. Suasana teduh di bawah rindangnya pohon pala yang berusia ratusan tahun menjadi pembeda utama dari objek wisata alam lainnya di Pulau Dewata.
Berbeda dari sekadar melihat satwa dari kejauhan, Alas Pala Sangeh mengajak pengunjung untuk terlibat langsung. Dengan membeli kacang tanah atau buah-buahan yang dijual di area pintu masuk, wisatawan bisa memberi pakan langsung kepada kera-kera yang berkeliaran bebas.
Momen ini yang paling dinanti. Seekor kera akan mendekat, mengambil pakan dari telapak tangan, lalu memanjat kembali ke dahan pohon pala. Suasana menjadi hidup saat kawanan kera berebut camilan, menciptakan interaksi yang organik antara manusia dan satwa liar.
Namun, pengunjung tetap diimbau waspada. Kera-kera di sini terbiasa dengan manusia, namun sifat liarnya tetap ada. Barang bawaan seperti kacamata, topi, atau kantong plastik sebaiknya diamankan karena kerap menjadi sasaran kera yang ingin tahu.
Suasana di Alas Pala Sangeh terasa berbeda dari objek wisata lainnya di Bali. Heningnya hutan pala berpadu dengan tingkah laku kera yang lucu dan kadang nakal menciptakan pengalaman yang tidak terlupakan. Aroma khas daun pala yang tajam bercampur dengan tanah hutan menambah kesan alami yang kuat.
Bagi pengunjung yang datang bersama keluarga, momen memberi makan kera menjadi kesempatan edukasi tentang perilaku satwa liar. Anak-anak belajar bahwa kera bukan hewan peliharaan, melainkan satwa yang harus dihormati habitatnya.
Alas Pala Sangeh terletak sekitar 21 kilometer di utara Kota Denpasar. Dari pusat kota, perjalanan memakan waktu sekitar 45 menit hingga satu jam menggunakan kendaraan bermotor atau mobil. Rute yang umum dilalui adalah melewati Jalan Raya Denpasar–Singakerta menuju arah utara.
Transportasi umum menuju lokasi cukup terbatas. Sebagian besar wisatawan memilih menggunakan sewa kendaraan atau memanfaatkan layanan transportasi daring. Area parkir yang cukup luas tersedia di depan pintu masuk kawasan wisata, baik untuk mobil maupun motor.
Informasi resmi mengenai harga tiket masuk dan jam operasional Alas Pala Sangeh dapat berubah sewaktu-waktu. Pengunjung disarankan menghubungi Dinas Pariwisata Kabupaten Badung atau akun media sosial resmi DTW Alas Pala Sangeh sebelum berangkat untuk mendapatkan informasi terkini.
Durasi ideal untuk menikmati Alas Pala Sangeh adalah sekitar satu hingga dua jam. Waktu tersebut cukup untuk berkeliling hutan, memberi makan kera, dan singgah sejenak di Pura Bukit Sari. Kombinasi antara wisata alam, satwa, dan nilai spiritual yang ditawarkan menjadikan tempat ini pilihan menarik untuk mengisi setengah hari perjalanan di Bali bagian tengah.