Alas Pala Sangeh Bali: Atraksi Beri Makan Kera Liar yang Menjadi Magnet Wisatawan

Penulis: Fajar  •  Senin, 03 Agustus 2026 | 13:10:01 WIB
Wisatawan memberi makan kera ekor panjang di kawasan Alas Pala Sangeh, Badung, Bali.

SUMATERA UTARA — Suara gemerisik daun pala diiringi lengkingan kera menyambut setiap langkah pengunjung yang memasuki kawasan hutan konservasi di Desa Sangeh, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Bali. Di sinilah wisatawan bisa merasakan interaksi langsung dengan kawanan monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) yang telah lama menghuni area seluas kurang lebih 6 hektare ini. Suasana teduh di bawah rindangnya pohon pala yang berusia ratusan tahun menjadi pembeda utama dari objek wisata alam lainnya di Pulau Dewata.

Daya Tarik Utama: Interaksi Langsung dengan Kawanan Kera

Berbeda dari sekadar melihat satwa dari kejauhan, Alas Pala Sangeh mengajak pengunjung untuk terlibat langsung. Dengan membeli kacang tanah atau buah-buahan yang dijual di area pintu masuk, wisatawan bisa memberi pakan langsung kepada kera-kera yang berkeliaran bebas.

Momen ini yang paling dinanti. Seekor kera akan mendekat, mengambil pakan dari telapak tangan, lalu memanjat kembali ke dahan pohon pala. Suasana menjadi hidup saat kawanan kera berebut camilan, menciptakan interaksi yang organik antara manusia dan satwa liar.

Namun, pengunjung tetap diimbau waspada. Kera-kera di sini terbiasa dengan manusia, namun sifat liarnya tetap ada. Barang bawaan seperti kacamata, topi, atau kantong plastik sebaiknya diamankan karena kerap menjadi sasaran kera yang ingin tahu.

Aktivitas yang Bisa Dilakukan

  • Memberi makan kera ekor panjang dengan kacang atau buah yang dijual di loket.
  • Menjelajahi hutan pala yang asri sambil menikmati teduhnya pepohonan.
  • Berkunjung ke Pura Bukit Sari, pura suci yang berada di tengah kawasan hutan dan masih digunakan untuk upacara keagamaan umat Hindu setempat.
  • Berfoto dengan latar hutan pala dan kawanan kera yang berkeliaran.
  • Membeli oleh-oleh khas Sangeh berupa kacang mete dan rempah di area sekitar pintu masuk.

Suasana yang Khas dan Berbeda

Suasana di Alas Pala Sangeh terasa berbeda dari objek wisata lainnya di Bali. Heningnya hutan pala berpadu dengan tingkah laku kera yang lucu dan kadang nakal menciptakan pengalaman yang tidak terlupakan. Aroma khas daun pala yang tajam bercampur dengan tanah hutan menambah kesan alami yang kuat.

Bagi pengunjung yang datang bersama keluarga, momen memberi makan kera menjadi kesempatan edukasi tentang perilaku satwa liar. Anak-anak belajar bahwa kera bukan hewan peliharaan, melainkan satwa yang harus dihormati habitatnya.

Cara Menuju Lokasi

Alas Pala Sangeh terletak sekitar 21 kilometer di utara Kota Denpasar. Dari pusat kota, perjalanan memakan waktu sekitar 45 menit hingga satu jam menggunakan kendaraan bermotor atau mobil. Rute yang umum dilalui adalah melewati Jalan Raya Denpasar–Singakerta menuju arah utara.

Transportasi umum menuju lokasi cukup terbatas. Sebagian besar wisatawan memilih menggunakan sewa kendaraan atau memanfaatkan layanan transportasi daring. Area parkir yang cukup luas tersedia di depan pintu masuk kawasan wisata, baik untuk mobil maupun motor.

Tiket Masuk dan Jam Operasional

Informasi resmi mengenai harga tiket masuk dan jam operasional Alas Pala Sangeh dapat berubah sewaktu-waktu. Pengunjung disarankan menghubungi Dinas Pariwisata Kabupaten Badung atau akun media sosial resmi DTW Alas Pala Sangeh sebelum berangkat untuk mendapatkan informasi terkini.

Tips Berkunjung

  • Datang pagi hari antara pukul 09.00–11.00 WITA saat kera masih aktif dan jumlah pengunjung belum terlalu ramai.
  • Lepaskan aksesori seperti anting, gelang, atau jam tangan sebelum masuk area hutan.
  • Simpan ponsel dan kamera dengan aman di dalam tas yang tertutup rapat.
  • Ikuti arahan pengelola atau pemandu lokal yang bertugas menjaga keamanan pengunjung.
  • Jangan memberi makan kera dengan makanan olahan manusia seperti roti atau gorengan karena dapat mengganggu kesehatan satwa.

Durasi ideal untuk menikmati Alas Pala Sangeh adalah sekitar satu hingga dua jam. Waktu tersebut cukup untuk berkeliling hutan, memberi makan kera, dan singgah sejenak di Pura Bukit Sari. Kombinasi antara wisata alam, satwa, dan nilai spiritual yang ditawarkan menjadikan tempat ini pilihan menarik untuk mengisi setengah hari perjalanan di Bali bagian tengah.

Reporter: Fajar
Sumber: travel.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top