MEDAN — Ribuan masyarakat Kota Medan turut meramaikan parade komunitas sepeda ontel yang digelar DHD 45 Sumatera Utara, Minggu (2/8). Para peserta melintasi sejumlah ruas jalan utama ibu kota provinsi sebelum akhirnya berkumpul di Lapangan Merdeka untuk mengikuti senam sehat bersama.
Lokasi tersebut sengaja dipilih bukan tanpa alasan. Lapangan Merdeka merupakan titik nol Kota Medan yang memiliki nilai historis mendalam, termasuk menjadi salah satu lokasi pembacaan Proklamasi Kemerdekaan di Sumatera Utara.
Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Sulaiman Harahap, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial tahunan. Ia berharap semangat juang yang ditunjukkan para pendiri bangsa dapat terus hidup di tengah masyarakat, khususnya generasi muda.
"Kami berharap jiwa kebangsaan terus tumbuh sehingga setiap anak bangsa memiliki semangat bela negara," kata Sulaiman Harahap di Medan.
Menurutnya, transfer nilai-nilai perjuangan kepada generasi penerus menjadi kunci utama agar cita-cita kemerdekaan tidak pernah pudar. Mereka adalah penentu arah pembangunan bangsa di masa depan.
Ketua Umum DHD 45 Sumut, Mayjen TNI (Purn.) Muhammad Hasyim, menjelaskan bahwa pemilihan Lapangan Merdeka sebagai pusat kegiatan merupakan bagian dari upaya menghidupkan kembali memori kolektif tentang perjuangan kemerdekaan. Tempat ini menjadi saksi bisu bagaimana rakyat Sumatera Utara menyambut proklamasi.
Kehadiran tokoh-tokoh penting turut memperkuat pesan kebangsaan dalam acara tersebut. Ketua Dewan Paripurna DHD 45 Sumut Herry L. Siregar dan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Utara Kolonel TNI (Purn.) Hatunggal Siregar tampak hadir memberikan dukungan langsung.
Parade sepeda ontel dan senam sehat ini merupakan pembuka dari serangkaian agenda patriotisme yang akan digelar DHD 45 Sumut. Kegiatan serupa direncanakan berlanjut hingga puncak peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus mendatang.
Melalui kegiatan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat ini, DHD 45 Sumut berharap nilai-nilai persatuan dan kesatuan terus terpelihara. Semangat kebangsaan yang ditanamkan sejak dini diharapkan mampu membentengi generasi muda dari pengaruh negatif yang dapat memecah belah bangsa.