SUMATERA UTARA — Musim panas tahun ini menjadi ajang ponsel lipat. Setelah Samsung Galaxy Z Fold 8 dirilis, giliran Google yang dijadwalkan mengumumkan jajaran Pixel 11 pada Agustus mendatang. Bocoran terbaru dari tipster veteran Evan Blass menunjukkan apa yang tampak seperti gambar pemasaran resmi Pixel 11 Pro Fold dari berbagai sudut.
Perubahan paling signifikan ada di dapur pacu. Tensor G6 disebut akan diproduksi dengan proses 2nm, yang secara teori menawarkan peningkatan performa dan efisiensi daya berkat kepadatan transistor yang lebih tinggi. Chip ini diharapkan bisa mengejar ketertinggalan dari Snapdragon 8 Elite milik Samsung Galaxy S25 Plus dan chip A18 Pro di iPhone 16 Pro.
Dari sisi desain, modul kamera belakang tampak lebih rapi. Lampu LED flash kini dipindahkan ke pojok kiri atas, berbeda dengan pendahulunya yang menempatkannya di samping kanan lensa. Belum jelas bagaimana perubahan ini memengaruhi fungsionalitas kamera, tapi secara visual membuat modul terlihat lebih kompak.
Fitur Gemini Intelligence kembali hadir, melanjutkan tren integrasi AI yang sudah dimulai sejak generasi sebelumnya. Tidak ada detail lebih lanjut soal kemampuan spesifiknya pada model ini.
Bloomberg melaporkan Google telah mengirimkan undangan untuk acara peluncuran Pixel yang akan digelar di New York City pada 12 Agustus 2026, mulai pukul 18.00 waktu setempat — jam yang tergolong malam untuk acara semacam ini.
Jika mengikuti pola tahun-tahun sebelumnya, ponsel biasanya mulai dijual satu hingga dua pekan setelah acara. Pixel 9 rilis pada 22 Agustus 2024, sementara Pixel 10 menyusul pada 29 Agustus 2025. Pixel 11 series kemungkinan besar mengikuti jadwal serupa.
Soal harga, tekanan biaya komponen memori yang terus naik membuat kenaikan harga sulit dihindari. Pixel Pro bertahan di angka USD 999 (sekitar Rp 16,4 juta) selama tiga tahun terakhir, tapi sumber memperkirakan tambahan USD 100 hingga USD 200 (sekitar Rp 1,6–3,3 juta) untuk generasi ini.
Dari bocoran gambar, tampaknya Google tidak banyak mengubah bahasa desain eksternal Pixel 11 Pro Fold. Bentuk bodi, engsel, dan tata letak tombol masih mirip dengan Pixel 10 Pro Fold. Ini berarti perubahan besar ada di dalam: chipset Tensor G6 yang lebih bertenaga dan efisien.
Tensor G5 sebelumnya sudah menjadi lompatan dari G4, namun masih tertinggal dari kompetitor flagship. Dengan fabrikasi 2nm, G6 diharapkan bisa menutup celah tersebut tanpa harus mengorbankan efisiensi daya yang menjadi ciri khas ponsel Pixel.
Di bagian bawah buletin Blass, terselip dua bocoran kecil: satu gambar Pixel Watch 5 dan satu lagi Pixel Buds. Belum jelas apakah ini varian Pro atau model standar. Seperti halnya ponsel lipat, desain jam tangan pintar ini juga tampak tidak berubah dari generasi sebelumnya. Peningkatan kemungkinan besar datang dari chip Tensor anyar dan fitur kesehatan yang diperbarui.
Kesimpulan: Pixel 11 Pro Fold bukanlah lompatan desain. Namun, dengan chip Tensor G6 2nm dan tata letak kamera yang lebih rapi, ponsel ini tetap menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang menginginkan ponsel lipat dengan integrasi AI Google yang dalam — asalkan harganya tidak melonjak terlalu jauh dari pendahulunya.