STABAT — Tiorita menegaskan bahwa MABMI bukan sekadar lembaga adat, melainkan mitra strategis pemerintah dalam menjaga harmoni sosial dan melestarikan identitas daerah. Ia berharap kepengurusan yang baru dikukuhkan mampu melahirkan program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
"Pemerintah Kabupaten Langkat akan terus mendukung berbagai upaya pelestarian budaya Melayu sebagai identitas daerah. Saya berharap MABMI mampu melahirkan program-program yang tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pendidikan, pembinaan generasi muda, pengembangan ekonomi kreatif, dan penguatan nilai-nilai religius," ujar Tiorita dalam sambutannya.
Menurutnya, keberadaan MABMI diharapkan mampu menjadi wadah pemersatu seluruh elemen masyarakat tanpa memandang latar belakang. Hal ini dinilai krusial untuk menjaga keharmonisan kehidupan sosial di Kabupaten Langkat yang multietnis.
Pelantikan ini merupakan tindak lanjut Musyawarah Daerah (Musda) VIII PD MABMI Kabupaten Langkat. Berdasarkan Surat Keputusan Nomor 4/SK/PW.MABMI-SU/VII/2026, kepengurusan masa bakti 2026-2031 resmi dikukuhkan dengan H. Muhammad Suhaimi sebagai Ketua Umum, didampingi Khairul Anwar sebagai Sekretaris dan Hermansyah AN sebagai Bendahara.
Dalam pidato perdananya, Suhaimi menegaskan komitmennya menjadikan MABMI sebagai rumah besar bagi seluruh masyarakat Langkat. Ia memperkenalkan program unggulan bernama Langkat Bersholawat yang akan diperluas hingga ke seluruh kecamatan dan desa.
"Program ini tidak hanya untuk memperkuat ukhuwah dan melestarikan budaya Melayu, tetapi juga menjadi sarana membina generasi muda sekaligus mendorong pemberdayaan UMKM serta pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi budaya daerah," kata Suhaimi.
Ketua DPRD Kabupaten Langkat Sribana Perangin-angin berharap kepengurusan baru mampu memperkuat sinergi dengan legislatif dan eksekutif. Sementara itu, Ketua Pengurus Besar MABMI Indonesia Prof. Dr. H. Saidin mengajak seluruh pengurus untuk terus menjaga eksistensi budaya Melayu agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Ketua Pengurus Wilayah MABMI Sumatera Utara Dr. OK Ibnu Affan menambahkan, organisasi harus aktif, adaptif, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimda Kabupaten Langkat, Sekretaris Daerah H. Amril, serta sejumlah tokoh adat dan agama.