SUMATERA UTARA — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara terkait isu pencalonan dirinya sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) yang kembali mencuat. Ia menyatakan bahwa selama ini ia hanya mengikuti arahan Presiden dan tidak pernah secara khusus merespons spekulasi tersebut.
“Itu isu abadi. Saya tidak pernah menanggapi isu itu. Saya fokus menjalankan tugas sebagai Menteri Keuangan,” kata Purbaya saat ditemui di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin.
Spekulasi soal Purbaya menjadi Gubernur BI sebenarnya bukan kali pertama mencuat. Nama mantan Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) itu kerap disebut dalam bursa calon pengganti Gubernur BI Perry Warjiyo, yang masa jabatannya akan berakhir pada 2028. Namun, hingga saat ini belum ada keputusan resmi dari Presiden soal siapa yang akan mengisi posisi tersebut.
Purbaya menegaskan bahwa dirinya tidak ingin berandai-andai soal jabatan tersebut. Ia memilih untuk bekerja sesuai dengan tanggung jawab yang diamanatkan kepadanya saat ini.
Pemerintah melalui Kementerian Keuangan belum memberikan sinyal resmi terkait siapa calon yang akan diajukan sebagai Gubernur BI berikutnya. Proses penggantian pucuk pimpinan bank sentral biasanya dimulai dengan pengajuan nama oleh Presiden kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk menjalani uji kelayakan dan kepatutan.
Purbaya sendiri memiliki latar belakang sebagai ekonom dan pernah menjabat sebagai Kepala BKF pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pengalamannya di bidang fiskal dan makroekonomi kerap menjadi alasan namanya disebut-sebut sebagai kandidat kuat.
Isu suksesi Gubernur BI selalu menjadi perhatian pelaku pasar, mengingat peran strategis bank sentral dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, inflasi, dan suku bunga. Kredibilitas calon Gubernur BI dinilai penting untuk menjaga kepercayaan investor, terutama di tengah tekanan nilai tukar dan ketidakpastian ekonomi global.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Istana mengenai proses seleksi pengganti Perry Warjiyo. Purbaya memilih untuk tidak berspekulasi lebih jauh dan kembali menekankan komitmennya pada pekerjaan di Kementerian Keuangan.
“Saya tidak mau bicara soal itu. Yang jelas, saya bekerja sesuai arahan Presiden,” pungkasnya.